Minggu, 22 September 2019

Koleksi Baru di Museum Pesawat Dirgantara Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Hawker Hunter Belanda yang merupakan salah satu koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Sleman, DI Yogyakarta, 24 April 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Pesawat Hawker Hunter Belanda yang merupakan salah satu koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Sleman, DI Yogyakarta, 24 April 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Berkunjung ke Yogyakarta, tentu bukan hanya Malioboro dan Candi Prambanan saja yang tempatnya memikat. Ada satu objek yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Yaitu Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala yang lokasinya berada di Komplek TNI AU Landasan Udara Adi Sucipto, Jalan Raya Solo, Sleman, Yogyakarta.

    Museum seluas kurang lebih 4,2 hektare ini menyimpan 60 lebih koleksi pesawat bersejarah Indonesia. Tak hanya pesawat, mulai Selasa 24 April 2018, Museum Dirgantara Yogya memiliki anggota baru berupa Museum Engine atau mesin bernama Museum Ahmad Imanullah yang peresmiannya dilakukan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

    Baca juga: Museum Purba Pleret Koleksi Benda Berusia 3,5 Abad

    Menyusuri Museum Dirgantara yang luas namun sejuk dengan banyaknya pepohonan rindang itu, banyak koleksi yang membuat decak kagum.

    Sejumlah pesawat tempur dan replikanya terdapat di museum ini yang kebanyakan berasal dari masa Perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan. Mulai dari Pesawat Ki-43 buatan Jepang, Pesawat PBY-5A (Catalina), Replika pesawat WEL-I RI-X (pesawat pertama hasil produksi Indonesia), Pesawat A6M5 Zero Sen buatan Jepang, sampai pesawat pembom B-25 Mitchell ada.

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melihat pesawat C-130 Hercules di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Sleman, DI Yogyakarta, 24 April 2018. Panglima TNI meresmikan empat koleksi terbaru Museum Pusat TNI AU. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    Ada pula pesawat tempur legendaries Indonesia Mig-15, MiG-17 dan MiG-21 buatan Rusia. Tak ketinggalan pesawat tempur seperti B-26 Invader dan TU-16 Badger juga mejeng di museum ini dengan gagah.

    Berjalan ke arah sisi utara museum yang ditarget menjadi terbesar di Asia Tenggara itu ada pula koleksi setidaknya tiga helikopter berbentuk unik dan gagah. Mulai helikopter Hillier 360 buatan Amerika, helikopter S-58 T Twin Pack, serta helikopter MIL MI-1.

    Sedangkan di hangar sebelah barat ada koleksi senjata seperti Rudal SA-75. Sejak 24 April 2018, Museum Dirgantara ini juga menambah koleksi dengan mendatangkan empat pesawat legendaris yang berhasil direstorasi TNI Angkatan Udara. Keempat koleksi pesawat itu yakni C-130 Hercules, IL-14 Avia, Fokker 27 TS, dan F-4 Hawker Hunter.

    Sedangkan di Museum Engine yang mulai diresmikan bersamaan empat koleksi pesawat baru itu, pengunjung bisa menemukan berbagai tipe model mesin pesawat buatan berbagai negara seperti Uni Soviet, Amerika, dan Kanada yang pernah menjadi jeroan koleksi pesawat museum Dirgantara.

    “Seluruh koleksi pesawat di museum ini merupakan dokumen penting sebagai fakta sejarah para senior Angkatan Udara menegakkan kedaulatan RI," ujar Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Kolonel Dede Nasrudin di sela peresmian empat koleksi pesawat itu.

    Jam kunjungan museum ini mulai setiap hari dari pukul 08.30 hingga 15.00 WIB.

    Artikel Lain: Museum Purbakala Akan Dibangun di Gunung Kidul


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe