Selasa, 13 November 2018

Balai Arkeologi Yogya Temukan Pecahan Gerabah di Situs Liyangan

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja membersihkan bangunan kuno berupa pagar batu di situs Liyangan, Purbosari, Ngadirejo, Temanggung, Jateng, Senin (18/6). ANTARA/Anis Efizudin

    Sejumlah pekerja membersihkan bangunan kuno berupa pagar batu di situs Liyangan, Purbosari, Ngadirejo, Temanggung, Jateng, Senin (18/6). ANTARA/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Temanggung - Tim Balai Arkeologi Yogyakarta kembali menemukan banyak pecahan gerabah pada ekskavasi di teras III Situs Liyangan di lerang Gunung Sumbing di Desa Purbosari, Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

    "Ada ratusan pecahan gerabah dan fragmen kaca kami temukan pada ekskavasi di teras III Situs Liyangan ini," kata Ketua Tim Ekskavasi Situs Liyangan, Heri Pristanto, di Temanggung, Selasa, 24 April 2018.

    Baca juga: Balai Arkeologi Yogyakarta Promosikan Situs Liyangan

    Dalam ekskavasi sebelumnya, kata dia, di teras III ini selain ditemukan pecahan gerabah juga ditemukan keramik dan talam perunggu. Setelah dicuci, pecahan gerabah ini akan direkonstruksi kalau memungkinkan.

    Heri menuturkan di teras III ini juga ada temuan monumental berupa struktur talud-talud bolder. "Ternyata di teras tiga ini masih terbagi beberapa teras lagi, dari hasil yang kami dapatkan kurang lebih ada tiga teras lagi yang masing-masing teras dibatasi oleh adanya stuktur talud bolder," katanya.

    Menurut dia, teras yang dibatasi talud bolder tersebut fungsinya sebagai pembagi ruang yang dimanfaatkan untuk pertanian, karena tanah di sini modelnya tidak merata.

    Heri menuturkan ekskavasi kali ini Balar Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten khusus untuk penelitian di teras III.

    "Kami mencoba membantu menyingkap dan merekonstruksi teras III itu bentuknya seperti apa. Di teras III ini ada temuan bangunan sebuah candi dan ternyata bangunan candi itu tidak berdiri sendiri. Ternyata ada struktur-struktur teras di sekitarnya sehingga menambah data arkeologi di teras III," katanya.

    Heri mengatakan kalau tangga teras III ke teras II dan teras II ke teras I sudah ditemukan, namun untuk tangga teras IV ke teras III belum ditemukan.

    ANTARA

    Artikel LainStudi Teknis Pemugaran Situs Liyangan Terkendala Batu Rusak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?