Hari Kartini, Pendaki Mahasiswi Bandung Tiba di Everest Base Camp

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendaki wanita Mathilda Dwi Lestari (kanan) dan Fransisca Dimitri Inkiriwang. TEMPO | Prima Mulia

    Pendaki wanita Mathilda Dwi Lestari (kanan) dan Fransisca Dimitri Inkiriwang. TEMPO | Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Menjelang Hari Kartini, Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (WISSEMU) telah sampai di Everest Base Camp, Tibet. Tim yang beranggotakan dua mahasiswi Universitas Parahyangan Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, berada di ketinggian 5.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

    Mereka tiba di base camp Kamis, 19 April 2018, pukul 11.08 waktu setempat. Tiga minggu sebelumnya, mereka telah mempersiapkan pendakian di sekitar daerah Nepal dan Tibet. Base camp menjadi titik awal pendakian Gunung Everest ini.

    Baca juga: Hari Kartini, Pengunjung Museum Kartini Ditargetkan 1.000 Orang

    “Akhirnya kami sampai Everest Base Camp. Artinya semua akan jadi lebih terasa nyata," kata Mathilda.

    Tim pendukung di Bandung dalam siaran pers menyebutkan, tim akan mengambil jalur utara lewat Tibet. Jalur ini dipilih dengan pertimbangan untuk menghindari penumpukan pendaki ketika menuju puncak. Konsekuensinya, tim harus menghadapi medan yang lebih curam pada jalur ini.

    Rencananya tim akan berada di base camp selama tujuh hari. Mulai dari titik ini, akses komunikasi ke luar akan semakin terbatas. Selama di sana, mereka akan berlatih kembali teknik-teknik pendakian yang dibutuhkan untuk mencapai Puncak Gunung Everest.

    Keadaan di Everest Base Camp tergolong bagus dengan cuaca dinginnya. Tim sudah terbawa suasana bersama para pendaki yang akan meraih puncak gunung terjangkung sedunia dengan tinggi 8.848 mdpl itu.

    Ekspedisi Everest ini merupakan puncak perjalanan tim mendaki tujuh gunung tertinggi di tujuh lempeng benua dunia. Pencapaian diraih secara bertahap sejak 2014, dimulai dari Gunung Carstenz di Papua.

    Artikel Lain: Hari Kartini, Kisah Karmila Purba Si Joki Perempuan di Tong Setan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.