Jumat, 20 Juli 2018

Ragam Makanan Klangenan di Jakarta Food Fashion Festival

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penjaja kuliner meracik menu soto khas Padang di Festival Kampoeng Tempoe Doloe JF3, Kelapa Gading, Jakarta, 15 April 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Seorang penjaja kuliner meracik menu soto khas Padang di Festival Kampoeng Tempoe Doloe JF3, Kelapa Gading, Jakarta, 15 April 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Jakarta Food Fashion Festival atau JF3 kembali dihelat di Summarecon Mal Kelapa Gading mulai 5 April hingga 6 Mei 2018. Acara tahunan ini masuk 100 agenda terpilih yang ditetapkan Kementerian Pariwisata sebagai Top 100 Events Nusantara.

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, JF3 menghadirkan festival kuliner Nusantara bertajuk “Kampoeng Tempoe Doloe” atau KTD. Ada sekitar 100 tenant kuliner yang dihadirkan pada KTD kali ini. Seratusan tenant itu hampir semuanya menjajakan makanan populer dari beberapa daerah di Indonesia. Jenis makanan yang sangat mungkin merupakan kegemaran Anda sejak kecil dan karena itu kini menjadi klangenan.

    "Kami punya tim kurator untuk mengkurasi makanan-makanan dari berbagai daerah," kata Public Relations Summarecon Mal Kelapa Gading, Indri, saat ditemui di La Piazza Kelapa Gading pada Minggu, 15 April 2018.

    Beragam kuliner tersebut terdiri atas beragam jajanan, makanan berat, dan makanan atau minuman penutup.
    Untuk kuliner ringan atau jajanan, pengunjung bisa memilih beragam penjaja makanan yang membuka lapaknya dengan konsep gerobak.

    Ragam kuliner yang dijajakan di antaranya telur gulung, siomay, cilok dan cimol, tahu gejrot, dan kerak telur khas Betawi.

    Setelah puas menikmati jajanan dan ingin mengisi perut dengan makanan berat, pengunjung dapat beranjak menuju tengah arena festival. Di sana terdapat berbagai menu berat yang bisa dipilih. Ada aneka ragam makanan berkuah, sate, mi, nasi, dan gorengan.

    Beberapa di antaranya yang terlihat menarik ialah tenant yang menjajakan kuliner langka. Artinya, jarang ditemui di Jakarta. Misalnya bebek sinjay khas Surabaya, putu bambu Medan, dan Soto Kadipiro Yogyakarta.

    Setelah puas menikmati makanan utama dan ingin menyantap yang manis-manis, pengunjung dapat beralih ke arena makanan dan minuman penutup, tepat di tepi-tepi arena festival. Beragam kuliner yang bisa dipilih di antaranya es podeng, es tebu murni, serabi Notosuman khas Solo, roti bakar, es nona, es kopi Takkie yang legendaris di Jakarta, dan es cendol.

    Untuk bertransaksi di tenant-tenant kuliner, pengunjung kudu membeli kartu cashless. Kartu tersebut bisa diisi tanpa batas nominal pembelian dan dapat diuangkan kembali atau refund.

    Festival Kampoeng Tempoe Doloe buka setiap hari, sampai 6 Mei nanti, mulai pukul 16.00 WIB pada hari biasa. Sedangkan pada akhir pekan, festival mulai buka pukul 11.00 WIB.

    Artikel lain: Viral Karena Tarian Erotis, Berikut 3 Fakta Mengenai Pantai Kartini Jepara

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Venna Melinda dan Legislator yang Pindah Partai di Pemilu 2019

    Beberapa politikus pindah partai dalam pendaftaran calon legislator untuk Pemilu 2019 yang berakhir pada 17 Juli 2018. Berikut beberapa di antaranya.