Selasa, 23 Oktober 2018

Pendaki Gunung Semeru Disarankan Lewat Lumajang, Ini Kelebihannya

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani merawat tanaman di lahan pertaniannya di Ranu Pane, Lumajang, Jawa Timur, 4 Agustus 2017. ANTARA/Zabur Karuru

    Petani merawat tanaman di lahan pertaniannya di Ranu Pane, Lumajang, Jawa Timur, 4 Agustus 2017. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Para wisatawan yang hendak mendaki Gunung Semeru, Jawa Timur, secara berkelompok atau rombongan disarankan melalui jalur Lumajang. Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang Agni A. Megatrah mengatakan hal tersebut lantaran berkaitan dengan aksesibilitas dan transportasi.

    "Kalau untuk grup, lebih nyaman lewat Lumajang. Karena jalurnya bisa dilalui minibus atau Elf," kata Agni, Selasa, 10 April 2018. Jalur yang menghubungkan Lumajang dan Ranu Pane, yakni desa terakhir di kaki Gunung Semeru, yang juga menjadi pintu gerbang pendakian, sudah memadai. "Jalannya lebar dan beraspal."

    Baca juga: Viral Es di Puncak Gunung Semeru, Pendaki Diminta Perkuat Fisik

    Dengan ketersediaan akses infrastruktur ini, pendaki tak perlu lagi menjangkau Ranu Pane dengan menggunakan kendaraan off road, seperti ketika mereka melewati jalur Malang. Bahkan, dari Lumajang, pendaki bisa menyewa angkutan umum untuk mengantar ke Desa Ranu Pane.

    Adapun pemandangan yang ditawarkan di sisi kanan dan kiri sepanjang jalan, ujar Agni, dijamin tak akan membuat bosan. "Kalau lewat Lumajang, kita akan melalui daerah Senduro. Senduro punya hutan yang juga masuk kawasan taman nasional," ucapnya.

    Pemandangan vegetasi yang subur di hutan Senduro akan membuat pendaki merasa sedang membelah antah-berantah. Seketika itu pula, adrenalin petualangan makin terpacu.

    Lumajang terletak di sisi timur kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kabupaten ini merupakan salah satu alternatif pintu masuk Gunung Semeru, selain Malang. Pendaki yang datang dari daerah lain, seperti Surabaya dan Jakarta, dapat menjangkau Lumajang melalui beberapa alternatif. Misalnya, menggunakan kereta api dengan tujuan Stasiun Klakah.

    "Ada delapan pemberhentian kereta api rata-rata setiap hari, seperti Kereta Api Rangga Jati dari Surabaya," ujar Agni. Alternatif lain, bila pendaki datang dari Jakarta, mereka bisa memilih jalur udara dengan tujuan Surabaya atau Jember.

    Waktu tempuh Surabaya ke Lumajang berkisar 3-4 jam. Sedangkan waktu tempuh Jember-Lumajang 1-2 jam.

    Potensi wisata di Lumajang juga menjadi alasan lain mengapa pendaki disarankan menjajal jalur pendakian melewati kabupaten tersebut. "Ada wisata yang komplet," tutur Agni. Lumajang dikelilingi ranu alias danau-danau maar.

    Ada sekitar 13 ranu di kabupaten tersebut. Enam di antaranya familiar dikunjungi wisatawan. Adapun lima dari enam danau ini bisa dijangkau tanpa harus hiking. "Ada Ranu Regulo, Ranu Pane, Ranu Pakis, Ranu Klakah, dan Ranu Bedali," kata Agni. Sedangkan ranu terakhir, yakni Ranu Kumbolo, berada di jalur pendakian Gunung Semeru.

    Selain wisata ranu, terdapat pura tertua yang dipercaya memiliki keterikatan histori dengan penduduk Suku Tengger. "Wisata alam, religi, semua komplet. Bisa sekalian dikunjungi sebelum atau setelah mendaki," tutur Agni.

    Artikel Lain: Menyusuri Jalur Pendakian Gunung Semeru Setelah Ditutup 3 Bulan

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.