Kembali Dibuka, Pengunjung Hanya Boleh Sampai ke Bibir Kawah Ijen

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menikmati keindahan Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu 6 September 2014. TEMPO/Subekti

    Wisatawan menikmati keindahan Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu 6 September 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen kembali dibuka untuk wisatawan dengan beberapa ketentuan. Kawasan wisata yang kondang dengan fenomena alam blue fire itu ditutup sementara sejak 22 Maret lalu.

    Pembukaan ini ditandai dengan Surat Edaran dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA) Jawa Timur tentang pembukaan TWA Kawah Ijen. Wisatawan sudah bisa menikmati keindahan Kawah Ijen mulai Jumat dinihari, 6 April 2018.

    Baca juga: Trik Menikmati Kawah Ijen Tanpa Kabut

    Menurut Kepala Resort TWA Kawah Ijen, Sigit Hari Wibowo, beberapa ketentuan yang diterapkan itu adalah kunjungan wisata dibatasi mulai pukul 04.00 hingga pukul 12.00 WIB. “Pengunjung hanya boleh sampai di bibir kawah saja,” kata Sigit, di Banyuwangi, Kamis, 5/4.

    Wisatawan tidak boleh turun mendekati kawah demi keselamatan dan keamanan. Pengunjung hanya boleh mendekat sampai radius 1 km dari kawah. Ketentuan ini sesuai dengan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitogasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait kondisi terakhir Kawah Ijen. Sebab masih mungkin adanya potensi gas di sekitar kawah.Dua orang wisatawan asing berbicara pada penambang belerang di kawah Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, 20 Februari 2015. Para wisatawan tertarik mendatangi gunung Ijen untuk melihat fenomena api biru dan penambang belerang. TEMPO/Fajar Januarta

    Ketentuan yang sama juga berlaku bagi para penambang belerang. Aktivitas penambangan juga harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan yakni pukul 04.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. “Para penambang belerang sudah lebih dulu melakukan aktivitas, mereka bisa melakukan aktivitas di dasar kawah,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala BKSDA Wilayah V Jawa Timur Sumpena mengatakan para pengunjung yang hendak ke Ijen wajib mematuhi aturan yang telah ditetapkan. “Misalnya, pengunjung yang naik ke Ijen harus pakai masker,” jelas Sumpena.

    Sampena akan menempatkan petugas di puncak Gunung Ijen di pintu masuk menuju dasar kawah. “Kami tetap mengawasi kemungkinan potensi adanya gas dari bualan yang muncul. Ini juga untuk mencegah adanya pengunjung yang turun ke Kawah Ijen,” kata Sumpena.

    Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik pembukaan kembali TWA Ijen ini. “Wisatawan bisa menilkmati keindahan Ijen kembali," kata Anas. "Namun kami tetap meminta pengunjung mematuhi aturan yang telah ditetapkan BKSDA."

    Kawah Ijen sempat ditutup karena munculnya bualan dan letupan di kawah. Letupan tersebut mengakibatkan munculnya gas.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.