Pantai Terbaik Kedua se-Asia Ditutup Sementara

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung bermain perahu layar pada saat sunset atau matahari terbenam di Pulau Boracay, Filipina, 17 Januari 2016. REUTERS/Charlie Saceda

    Seorang pengunjung bermain perahu layar pada saat sunset atau matahari terbenam di Pulau Boracay, Filipina, 17 Januari 2016. REUTERS/Charlie Saceda

    TEMPO.CO, Jakarta - Pulau Boracay, salah satu tujuan utama pantai di Asia, akan ditutup selama enam bulan ke depan setelah Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyetujui proposal dari lingkungan dan agen pariwisata agar menutup area tersebut untuk rehabilitasi.

    White Beach, Pulau Boracay, merupakan tempat tujuan pantai terbaik kedua di Asia oleh TripAdvisor akan ditutup mulai 26 April, pada puncak liburan musim panas.

    Baca juga: Tiga Pantai Tersembunyi nan Elok di Sekitar Padangbai Bali

    Dilansir Bloomberg pada Kamis, 5 April 2018, Pemerintah Filipina juga akan mengeluarkan dana darurat untuk 36.000 pekerja yang mungkin akan terpengaruh oleh perintah penutupan sementara tersebut.

    Secara terpisah dua maskapai Filipina, yakni Philippine Airlines dan Cebu Air Cebu Pacific juga dikabarkan akan membatalkan penerbangan ke Boracay selama periode penutupan.

    Penutupan Pulau Borocay ini dirasa akan mempengaruhi target Pemerintah Filipina yang ingin menarik 7,4 juta turis pada tahun 2018.

    Pada 2017, sekitar 15 persen dari 6,6 juta wisatawan di Filipina mengunjungi Boracay, dan tempat wisata tersebut menghasilkan sekitar US$1,07 miliar atau kurang lebih sekitar 56 miliar peso.

    BISNIS.COM

    Artikel Lain: Wow, Thailand Melarang Para Turis Merokok di Pantai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?