Menengok Istana Drakula yang Melegenda di Rumania

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua peti mati berada di dalam sebuah ruangan di Kastil Bran di Bran, Rumania, 9 Oktober 2016. Diketahui Kastil ini merupakan istana Drakula Vlad III atau Vlad Drculea yang hidup di tahun 1431 sampai 1476. AP Photo

    Dua peti mati berada di dalam sebuah ruangan di Kastil Bran di Bran, Rumania, 9 Oktober 2016. Diketahui Kastil ini merupakan istana Drakula Vlad III atau Vlad Drculea yang hidup di tahun 1431 sampai 1476. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta -Kastil atau Istana Drakula tetap punya pesona tersendiri dan menjadi salah satu magnet utama penggaet turis ke Rumania. Dari Bukares, Ibu Kota Rumania, istana atau kastil yang sudah menjadi ikon dan melegenda lebih dari 7 abad itu sejauh kurang lebih 120 km ke arah selatan.

    "Belum sah ke Rumania kalau tidak mengunjungi kastil Drakula," ujar Gading W.A. Parasati, Sekretaris II KBRI di Bukares, berkelakar.

    Butuh waktu sekitar 3 jam perjalanan dengan kendaraan di bawah guyuran salju cukup lebat hingga selepas kawasan Sinaia, resor terkenal di pegunungan Carpathia yang bernuansa campuran antara eksotika zaman lampau dan gaya modern.

    Kompleks istana bersejarah Peles dan Pelisor, yang berada di kawasan ini, tak lapas dari kunjungan itu. Di Pelisor Megawati Soekarnoputri saat presiden pernah dijamu pada kunjungan kenegaraan pada 2003.

    Di tengah terpaan hujan salju, sejumlah turis terlihat asyik menikmati bangunan bersejarah itu berikut pemandangan sekitar yang indah.

    Suasana agak berbeda mulai terlihat pada perjalanan menuju kastil drakula. Jalanan berkelok dengan medan turunan yang sebelumnya bersalju berangsur mulai kering. Tapi suhu masih tetap dingin, sekitar 3 derajat Celsius.

    Kastil yang dituju mulai tampak dari kejauhan saat Anda memasuki daerah bernama Bran. Berlokasi cukup tinggi di atas bukit, istana ini tampak masih kokoh dan terawat.

    Arsitektur kuno abad 13 sepertinya kian membuat tempat tinggal Vlad Tepes atau yang lebih dikenal dengan julukan Vlad Dracula itu melegenda.

    Serombongan turis terlihat berkumpul di depan loket karcis. Kelompok lainnya melahap jalan mendaki menuju pintu masuk di kastil.

    Jika tidak ingin langsung menaiki tangga menuju pintu masuk, kita bisa menikmati pemandangan indah di bawahnya atau untuk sekadar berfoto.

    Saat berada di dalam kastil, kami ditemani pemandu untuk melihat ruang-ruang dengan segala isinya. Pemugaran, restorasi, renovasi hingga penempatan sejumlah replika membuat wajah istana dan segala atributnya itu seolah tetap milik masa lalu.

    Dari ruang-ruang yang ada, pengunjung bisa menebak aktivitas atau kebiasaan para penghuninya. Ada ruang makan, ada ruang pertemuan, ada ruang keluarga dan lain sebagainya. Umumnya turis penasaran dengan ruangan yang berisi mahkota dan pedang panjang kesayangan Vlad.

    Ada juga ruangan yang memajang sejarah legenda drakula berikut gambar-gambar atau foto yang bisa membuat nyali ciut. Sudut-sudut gelap di dalam maupun luar ruangan makin menambah kesan horor.

    Kastil Vlad saat itu berfungsi juga sebagai benteng pertahanan. Sejumlah meriam berukuran kecil terlihat dalam posisi siap tembak di titik-titik strategis.

    Maklum ketika itu Vlad sedang seru-serunya bertempur dengan pasukan Turki Usmani pimpinan Sultan Mehmed II.

    Sampai akhir hayatnya pada 1476, tewasnya Vlad dan keberadaan jasadnya tetap menyisakan misteri. Kastilnya pun, yang resminya bernama Bran Castle, tidak mempunyai jawaban pasti.

    Namun, istana drakula berhasil menjadi ikon bagi turis dunia hingga saat ini. Suhu dingin nyaris nol derajat tidak menjadi halangan bagi wisatawan untuk datang.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.