Minggu, 22 April 2018

Peragaan Busana di Halte Trans Jogja Jelang Nikah Bareng Gratis

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengantin melakukan ijab qobul di atas traktor dalam acara Nikah Bareng Jogja Istimewa di Alas Kradenan, Yogyakarta, 28 Maret 2015. Pernikahan ini untuk mengakomodasi masyarakat yang terkendala biaya nikah sekaligus menyambut peringatan Hari Bumi. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pengantin melakukan ijab qobul di atas traktor dalam acara Nikah Bareng Jogja Istimewa di Alas Kradenan, Yogyakarta, 28 Maret 2015. Pernikahan ini untuk mengakomodasi masyarakat yang terkendala biaya nikah sekaligus menyambut peringatan Hari Bumi. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ada pemandangan berbeda di Halte Bus Trans Jogja, di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Selasa pagi, 27 Maret 2018. Empat pasang pengantin seperti habis menikah dengan gaun-gaun panjang warna-warni, melenggak-lenggok berjalan mengitari halte yang pagi itu sibuk oleh lalu-lalang penumpang bus yang turun atau naik.

    Halte bus itu menjadi panggung alias catwalk para pengantin yang aksinya membuat para warga di Malioboro terperangah.

    Baca juga: Prosesi Adat Mandailing Pernikahan Kahiyang Ayu - Bobby Dibukukan

    Para pengantin itu merupakan pasangan yang akan melangsungkan nikah bareng. Acara ini digelar Lembaga Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais), Yogyakarta, pada 14 Mei 2018.

    “Ini launching-nya, dengan fashion show di halte sekaligus membuka pendaftaran bagi warga yang mau ikut nikah bareng gratis, pada 1 Mei 2018,” kata Ketua Fortais Ryan Budi Santoso.

    Di sela aksi fashion show para pengantin itu, enam orang penari dari Sanggar Narasinga Ikatan Pelajar Riau turut memeriahkan dengan penampilan tari berjudul Mak Inang Pulau Kampai.

    Ryan menuturkan, acara pernikahan bareng gratis membawa misi untuk membantu para pasangan yang selama ini kesulitan mengurus pernikahan. Sehingga dalam program ini semua biaya dasar pernikahan dibantu diuruskan dan gratis dengan fasilitas penuh ditanggung Fortais.

    Di antaranya, biaya nikah, mahar, cincin kawin, rias, busana pengantin nusantara atau modern, bingkisan, hingga bulan madu. Pernikahan akan dilangsungkan di Kantor Urusan Agama Danurejan dan Kompleks Masjid Lempuyangan Kota Yogyakarta.

    “Untuk mahar nanti sama, berupa bendera merah putih dan pembacaan Pancasila,” ujar Ryan. Acara nikah bareng ini juga akan dibarengi dengan deklarasi gerakan Anti-hoax untuk Keluarga.

    Pendaftaran nikah bareng ini dibuka hingga 1 Mei 2018. Acara pernikahan bareng pada 14 Mei nanti, juga dilakukan di Malioboro secara terbuka seperti saat fashion show ini.

    Ryan menuturkan acara nikah bareng yang digelar lembaganya ini sudah memasuki tahun ketujuh dan sudah berhasil menikahkan total 7.500 pasangan dari masyarakat kurang mampu.

    Seorang peserta nikah bareng asal Solo, Mutiara Prasasti, 27 tahun, menuturkan berminat mendaftar acara ini karena tergolong unik. “Grogi juga dilihatin orang-orang di jalanan ramai, tapi senang banget bisa menikah dan dapat jodoh akhirnya,” tuturnya.

    PRIBADI WICAKSONO

    Artikel Lain: Pelancong Bisa Menyaksikan Kirab dalam Pernikahan Kahiyang Ayu


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Kartini, Shahnaz Haque Berpesan Wanita Harus Seperti Kucing

    Inilah petuah selebritas Shahnaz Haque, atlet bulu tangkis Greysia Polii, dan peneliti laser Maria Margaretha Suliyanti untuk Hari Kartini 2018.