Selasa, 25 September 2018

Tiga Festival Ini Jadi Agenda Wisata Unggulan Maluku Utara

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Festival Cabaret Teluk Jailolo yang akan dilaksanakan pada 12 Mei 2012 di Halmahera Barat, Jailolo Maluku Utara. Tempo/Boedhy Nurtgianto

    Festival Cabaret Teluk Jailolo yang akan dilaksanakan pada 12 Mei 2012 di Halmahera Barat, Jailolo Maluku Utara. Tempo/Boedhy Nurtgianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Pelaksana Tugas Gubernur Maluku Utara Natsir Thaib meluncurkan tiga agenda wisata Maluku Utara berskala nasional pada Selasa, 13 Februari 2018. Ketiga agenda wisata ini meliputi Festival Kora-Kora di Maluku Utara, Festival Tidore di Kota Tidore Kepulauan, dan Festival Teluk Jailolo di Kabupaten Halmahera Barat.

    Festival-festival ini telah lolos kurasi dan berhasil terpilih sebagai bagian dari Top 100 Wonderful Events of Indonesia untuk dipromosikan di pasar wisata dunia.

    Baca juga: Kalender Wisata Maluku 2018, dari Festival ke Festival

    Arief Yahya menjelaskan beberapa pertimbangan yang membuat tiga agenda wisata Maluku Utara ini lolos kurasi ajang nasional. "Ada keseimbangan antara cultural value (nilai budaya) dan commercial value (nilai komersial)," kata di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat.

    Kepala Dinas Provinsi Maluku Utara Samsuddin A. Kaddir mengatakan Festival Kora-Kora, Festival Tidore, dan Festival Teluk Jailolo adalah agenda yang konsisten digelar tiap tahun di daerahnya. "Tentu acara ini juga berkontribusi mendatangkan wisatawan asing ke Maluku Utara," ucapnya.

    Tiga agenda unggulan ini dinilai menarik minat turis karena unik. Masing-masing menampilkan ciri khas masyarakat yang masih menjunjung adat-istiadat.

    Festival Jailolo, misalnya. Pergelaran ini menampilkan pertunjukan seni kontemporer bertajuk Sasadu on The Sea yang diadaptasi dari tarian tradisional khas Jailolo. Di dalamnya juga termuat upacara adat Sigofi Ngolo atau bersih laut.

    Festival selanjutnya, yakni Festival Kora-kora, mempertontonkan lomba perahu kayu tradisional berbentuk memanjang yang diikuti penduduk lokal. Perahu yang disebut kora-kora ini adalah perahu tradisional Maluku Utara yang menjadi simbol kebaharian masyarakat.

    Sedangkan Festival Tidore mengenalkan kepada wisatawan tentang wilayahnya yang berupa kasultanan. Pada perhelatan tersebut ditampilkan kekuatan adat yang masih dijunjung tinggi sampai sekarang, melalui ritual Tupa atau Sobaka Dorora dan upacara lainnya.

    Festival Tidore digelar pada 23 Maret hingga 12 April. Adapun Festival Teluk Jailolo dihelat pada 3-5 Mei dan Festival Kora-kora pada 1-3 Desember 2018. Bersamaan dengan peluncuran tiga agenda wisata ini, Pemerintah Maluku Utara juga merilis 30 event pariwisata lainnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA

    Artikel Lain: Sebulan Lagi Festival Pesona Tambora di Doro Ncanga Dompu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.