Senin, 25 Juni 2018

Begini Rasanya Menyusuri Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogya. TEMPO/ Pribadi Wicaksono

    Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogya. TEMPO/ Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Nama kampus Universitas Islam Negeri alias UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sepekan terakhir menjadi sorotan berbagai kalangan. Kasus penerapan kebijakan pelarangan bercadar bagi mahasiswi di kampus itu –yang kemudian.dicabut kembali—mengundang beragam reaksi.

    Seolah tak terpengaruh sorotan pada kampusnya, aktivitas mahasiswa UIN Sunan Kalijaga terlihat tetap hidup di seantero kampus yang berada di jalan Laksda Adisucipto, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, itu.

    Menyusuri berbagai sudut kampus UIN Sunan Kalijaga cukup menyenangkan. Ada beberapa titik yang begitu rimbun oleh pepohonan, sehingga terik matahari bagai tak terasa. Seperti dirasakan Tempo ketika jalan-jalan di lingkungan kampus, Senin, 12/3, sore.

    Salah satu spot favorit mahasiswa untuk berkumpul atau duduk-duduk melepas penat adalah di halaman depan gedung multi purpose atau gedung Prof.Dr. H.M. Amin Abdullah. Di situ terdapat beringin besar yang rimbun.

    Suasana idum (rimbun) di sana kerap dimanfatakan mahasiswa untuk berdiskusi atau ngobrol santai. Tak jarang ada penampilan spontanitas di area itu. Entah bermusik, atau yang lain.

    Ingin berfoto-foto atau selfie? Ada banyak titik menarik. Salah satunya di halaman depan gedung rektorat atau kantor pusat universitas bernama Gedung Prof. K.H. Saifuddin Zuhri.  Di sini terdapat logo besar UIN Sunan Kalijaga.

    Di sekitarnya pun terdapat taman indah serta pohon-pohon besar berusia puluhan tahun. Anda dapat memilih angle yang disukai saat berswafoto di sini. Klik!

    Berjalan ke arah Laboratorium Agama yang berada di kampus barat, di sana juga selalu ramai oleh mahasiswa. Lalu di di area masjid, khususnya bagian selasar, sejak pagi hingga jelang maghrib hampir selalu penuh mahasiswa di tiap sudutnya.

    Para mahasiswa ada yang melaksanakan ibadah, diskusi, mengerjakan tugas, maupun sekedar bersantai menunggu jadwal kuliah berikutnya.

    Kalau kebetulan lapar, persis di bawah masjid besar itu terdapat kantin dengan berbagai menu kuliner lezat. Tentu dengan harga sesuai kantong mahasiswa.

    Ada bakso, soto, siomay, nasi kuning, gado-gado, nasi sayur, kupat sayur, hingga bubur ayam. Harga per porsi hanya sekitar Rp 7.000-Rp 15.000.

    Jika ingin membaca buku, majalah, koran, dengan koleksi amat lengkap dari kampus barat ini tinggal berjalan kaki melewati jembatan penyebarangan menuju kampus timur UIN Sunan Kalijaga. Turun dari jembatan penyebarangan itu terdapat Gedung Perpustakaan Pusat  UIN Sunan Kalijaga bernama gedung Prof H.A. Mukti Ali.

    Puas membaca buku, bisa dilanjutkan menuju sport avenue di bagian lembah kampus timur. Di sini terdapat berbagai fasilitas olahraga, mulai dari tempat futsal, lapangan tenis indoor, basket hingga jogging track.

    Ahmad Mustofa, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ekonomi Bisnis dan Manajemen menuturkan, tempat favorit untuk nongkrong cukup banyak. “Karena ada wifi cukup kencang, terutama di bawah masjid, jadi banyak yang nongkrong sambil diskusi, makan atau nunggu kuliah berikutnya di sini,” kata dia.

    Ahmad menuturkan mahasiswa juga biasanya menghabiskan waktu di student center alias pusat kegiatan mahasiswa. Jika ingin suasana berbeda, mereka akan menu titik titik di sekitaran luar kampus yang berada di kawasan kampung padat Sapen itu.

    “Jadi kemana-mana memang dekat,” ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO (Yogyakarta)

    Artikel lain: Sarapan Pisang Goroho Sambal Roa Berlatar Danau Linow


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.