Senin, 17 Desember 2018

Kalender Wisata Maluku 2018, dari Festival ke Festival

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Festival Cabaret Teluk Jailolo yang akan dilaksanakan pada 12 Mei 2012 di Halmahera Barat, Jailolo Maluku Utara. Tempo/Boedhy Nurtgianto

    Festival Cabaret Teluk Jailolo yang akan dilaksanakan pada 12 Mei 2012 di Halmahera Barat, Jailolo Maluku Utara. Tempo/Boedhy Nurtgianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Maluku merilis calendar of events (CoE) Provinsi Maluku 2018 di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Senin, 12 Maret 2018. Peluncuran kalender wisata ini dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya dan pelaksana tugas Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua.

    Baca juga: Sayang Kalau Dilewatkan, 10 Agenda Wisata Unggulan Indonesia 2018

    Dalam acara tersebut, Pemerintah Maluku meluncurkan 28 agenda pariwisata sepanjang 2018. Dua di antaranya tercatat dalam agenda nasional yang tergabung dalam 100 Wonderful Events of Indonesia. Kedua kegiatan itu ialah Festival Teluk Ambon yang digelar di Teluk Ambon pada 23-25 Agustus dan Pesta Rakyat Banda di Banda Neira pada 7-14 November.

    Kalender pariwisata diluncurkan sebagai upaya akselerasi pemerintah meningkatkan kunjungan wisatawan ke Maluku. Sebab, Maluku dinilai telah siap menerima kunjungan wisatawan dalam lingkup skala internasional, baik secara atraksi, amenitas, maupun aksesibilitas. "Apalagi Maluku memiliki keindahan alam bahari dan wisata sejarah dunia. Maluku adalah kota dengan peradaban tertua," kata Zeth.

    Adapun Menteri Arief Yahya menyebut, dengan digelarnya 23 agenda wisata, kunjungan wisatawan asing atau wisman ke Maluku tahun ini ditargetkan mencapai 25 ribu kunjungan. Sedangkan kunjungan wisatawan Nusantara dibidik mencapai angka 150 ribu.

    "Tahun lalu, 2017, kunjungan wisatawan ke Maluku mengalami pertumbuhan 20,38 persen dari tahun sebelumnya atau 2016," tutur Arief.

    Dalam upaya mendukung pencapaian target wisatawan ke provinsi berjuluk Molusca itu, pemerintah telah menggelontorkan dana Rp 2 miliar. "Dana ini khusus untuk dua event Maluku yang masuk kategori 100 Wonderful Events of Indonesia," kata Arief.

    "Rp 1 miliar untuk Festival Teluk Ambon dan Rp 1 miliar untuk Pesta Rakyat Banda," ucap Arief. Dia mengimbau 60 persen dari dana tersebut harus digunakan untuk promosi agenda.

    Berikut ini rincian 23 agenda wisata Maluku sepanjang 2018.

    - Festival Ina Ata di Desa Abubu Pulau Nusa Laut, Kabupaten Maluku Tengah (2 Januari)
    - Festival Budaya Banda di Kecamatan Banda, Maluku Tengah (April)
    - Festival Musik Jalur Rempah di Kecamatan Leihitu, Pulau Banda Neira, dan Kecamatan Saparua (10-14 Mei)
    - Hari Pattimura di Pulau Saparua dan Kota Ambon (15 Mei)
    - Atraksi Pukul Sapu di Kecamatan Leihitu (23 Juni)
    - Spice Island Darwin-Ambon Yacht Race di Pulau Rempah-rempah dan Pantai Amahasu (5-14 Agustus)
    - Pesta Teluk Tifu di Kabupaten Buru (5-8 Agustus)
    - Festival Duta Bahari Indonesia di Kota Ambon (15-18 Agustus)
    - Festival Pamahanunusa di Masohi (Agustus)
    - Festival Teluk Lombok (17-20 Agustus)
    - Ambon International Open Water Swimming di Teluk Ambon (23-25 Agustus)
    - Ritual Abda'u di Desa Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah (25 Agustus)
    - Bupolo Agro Festival di Kecamatan Waeapo (27-29 September)
    - Tour de Molvccas (4-6 Oktober)
    - Festival Bupolo di Kabupaten Buru (12-14 Oktober)
    - Festival Meti Kei di Pulau Kei (18-22 Oktober)
    - Festival Pesona Aru di Kepulauan Aru (24-27 Oktober)
    - Amboina International Music (29 Oktober)
    - Pesta Rakyat Banda di Pulau Banda Neira (7-14 November)
    - Festival Budaya Kota Tual di Kota Tual (15-16 November)
    - Bupolo Marine Festival di Kabupaten Buru (15-17) November
    - Festival Kataloka di Kabupaten Seram (25 November)
    - Cuci Negeri Soya di Kota Ambon (14 Desember)

    Artikel lain: Menu Makan Malam ala Thailand yang Halal di Bali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.