Senin, 17 Desember 2018

Merasakan Aura Eksotis Menonton Kecak di Tiga Pura Ini

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah seniman membawakan tari Kecak dalam Pembukaan Kontes Miss World 2013 di Nusa Dua, Bali, (8/9). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

    Sejumlah seniman membawakan tari Kecak dalam Pembukaan Kontes Miss World 2013 di Nusa Dua, Bali, (8/9). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Ubud - Umat Hindu di Bali akan merayakan Hari Raya Nyepi pada akhir pekan ini. Pada hari penyucian dewa-dewa itu, biasanya segala aktivitas di luar rumah dihentikan.

    Anda pun tak akan bisa menyaksikan tari kecak bila kebetulan sedang berlibur di sana. Namun, tak perlu khawatir. Sepakan sebelum hari penyucian, pertunjukan kecak yang otentik masih bisa disaksikan. Misalnya di tiga pura berikut ini.

    1. Pura Dalem Taman Kaja

    Pura di Jalan Sri Wedari Nomor 12, Ubud, Gianyar, itu punya jadwal pertunjukan rutin hampir setiap hari. Di antara pentas seni yang ditampilkan, salah satunya merupakan pentas tari kecak.

    Pentas kecak dimainkan oleh sanggar seni Komunitas Taman Kaja. Pertunjukan dimulai pukul 19.30 sampai 21.00 pada hari khusus, seperti Selasa dan Sabtu.

    Pentas kecak digelar di halaman pura, berlatar pagar angkul-angkul khas Bali. Tarian ini mengisahkan perjalanan pewayangan Ramayana.

    Selama pertunjukan berlangsung, suasana mistis terasa lantaran jarak penari dan penonton sangat dekat. Pertunjukan kecak di Pura Dalem Taman Kaja memang merupakan pentas berskala kecil. Penontonnya dibatasi tak sampai 200 orang.

    Namun justru inilah yang membikin penonton bisa meresapi babak demi babak sendratari. “Pertunjukan ini sangat menyihir. Semua terasa menyatu, antara lakon, irama kecak, dan penonton,” kata Melinda, wisatawan asal Jakarta yang ditemui di lokasi pertunjukan, awal Februari lalu.

    Tiket pentas kecak di Pura Dalem Taman Kaja dijual Rp 75 ribu. Sebaiknya datang lebih dulu supaya bisa memilih tempat duduk yang strategis.

    1. Pura Luhur UluwatuPertunjukan tari kecak di Pura Uluwatu, Bali. Tempo/Tulus Wijanarko

    Tak cuma terbius pertunjukan kecak, wisatawan akan merasakan padunya harmonisasi budaya dan lanskap yang eksotis. Sebab, tari kecak di Pura Luhur Uluwatu digelar tepat menghadap ke laut lepas Samudra Hindia dan di antara tebing-tebing kapur.

    Tari kecak yang digelar tiap sore pukul 17.00, dengan durasi 1,5 jam, juga akan diiringi dengan lanskap matahari tenggelam. Meski demikian, biasanya wisatawan datang mulai pukul 16.00 untuk berlomba-lomba mendapatkan lokasi duduk yang strategis.

    Harga pertunjukan kecak di Uluwatu berkisar Rp 100 ribu per orang. Lokasi pertunjukan yang dibangun seperti amphitheater dapat menampung pengunjung hingga ratusan orang.

    1. Puri Agung Peliatan

    Menyaksikan tari kecak di Puri Agung Peliatan tentu menjadi salah satu pengalaman yang berbeda. Bukan lantaran muatan cerita dalam tariannya yang sudah dimodifikasi, namun tempatnya yang memiliki latar sejarah.

    Puri Agung Peliatan termasuk pura tertua. Puri ini sebetulnya merupakan sebuah istana. Wilayahnya dulu merupakan area kekuasaan Kerajaan Sukawati yang berdiri pada masa 1700-an. 

    Masih dalam kompleks Puri Agung Peliatan, ada sebuah perkampungan. Perkampungan tersebut dihuni keluarga istana. Sembari menyaksikan pertunjukan yang digelar tiap Kamis pukul 18.45, penonton bisa berinteraksi dengan keluarga keturunan raja.

    Puri Agung Peliatan berlokasi di Jalan Cok Gede Rai, Peliatan, Ubud. Tiket pertunjukan tari kecak di puri itu dibanderol Rp 75 ribu.

    Artikel lain: Saat di Gdanks, Egy Maulana Vikri Bisa Berlibur Ke Westerplatte


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.