Senin, 17 Desember 2018

Di Ubud, Penyedia Kelas Yoga Berkembang Seperti Minimarket

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Claudine Lafond dan Honza berpose yoga di Ubud, Bali. Tak jarang mereka menjadi pusat perhatian saat melakukan pose acroyoga di tempat umum. Instagram.com

    Claudine Lafond dan Honza berpose yoga di Ubud, Bali. Tak jarang mereka menjadi pusat perhatian saat melakukan pose acroyoga di tempat umum. Instagram.com

    TEMPO.CO, Ubud - Penyedia jasa dan kelas berlatih yoga kian menjamur di Ubud, Kabupaten Gianyar. Saking banyaknya, keberadaan mereka sudah seperti minimarket.

    "Apabila kita jalan-jalan keliling kota Ubud, banyak sekali kelas dan studio luas untuk yoga,” kata Noviana Kusumawardhani, praktisi olah tubuh dan meditasi yoga, di Ubud, Gianyar, Jumat, 8/2.

    Yoga tumbuh pesat di Ubud dalam 10 tahun terakhir. Salah satu pendorongnya adalah adanya kegiatan tahunan Bali Spirit Festival. Perhelatan ini awalnya digelar untuk membangkitkan pariwisata yang terpuruk akibat bom Bali tahun 2002.

    Secara kebetulan, makna Ubud adalah obat atau penyembuhan, sehingga cocok menjadi tempat berkembangnya industri yoga. Seiring dengan menjamurnya industri yoga itu, maka membutuhkan banyak instruktur yoga. Di Ubud, kini banyak instruktur yoga baik dari mancanegara maupul lokal.  

    Bali Spirit Festival ke-11 akan berlangsung selama sepekan, 2-8 April 2018 dengan tema Return to Source atau kembali ke asalnya. "Nanti di Bali Spirit Festival ke-11 akan ada 150 kelas yang masing-masing beda-beda gaya yoganya," kata Noviana, yang juga menjabat Manajer bidang Media Bali Spirit Festival..

    Menurut Noviana kegiatan tersebut selama ini mampu menarik lebih dari 8.000 pengunjung, dari 50 negara di belahan dunia. Berdasar survey, kata dia, 70 persen partisipan acara itu tinggal di Bali selama dua minggu dalam tiga tahun terakhir.

    Dan, 20 persen partisipan yoga itu tinggal di Indonesia selama empat minggu atau lebih. Kemudian, 50 persen diantara mereka meneruskan bepergian keluar pulau.

    ANTARA

    Artikel lain: Pengunjung Pameran Wisata Berlin Antre Mencicipi Kopi dan Jamu Nusantara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.