Yogyakarta Berencana Menata Ulang Sisi Barat Malioboro

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andong tengah parkir di jalur lambat Jalan Malioboro, Yogyakarta. Tempo/Tulus Wijanarko

    Andong tengah parkir di jalur lambat Jalan Malioboro, Yogyakarta. Tempo/Tulus Wijanarko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta merencanakan menata ulang kawasan Malioboro sisi Barat. Penataan itu akan berdampak pada penempatan pangkalan andong dan becak, serta komunitas pedagang yang ada di kawasan itu.

    Lokasi sekitar pintu keluar sisi selatan Stasiun Tugu serta di depan pintu sisi barat kompleks Kepatihan Yogyakarta dianggap tempat potensial untuk pangkalan andong dan becak. Kedua titik ini masih berada di kawasan Malioboro

    "Lokasi di sekitar pintu keluar Stasiun Tugu cukup luas," kata Kepala Bidang Angkutan Jalan Pengendalian Operasional dan Keselamatan Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Sugeng Sanyoto di Yogyakarta, Jumat, 2 Maret 2018.

    Menurut Sugeng, andong bisa menunggu penumpang di tepi jalan. Sedangkan di depan pintu Kepatihan, tidak akan bisa menampung andong dalam jumlah banyak. "Mungkin hanya dua saja," kata dia

    Pemindahan pangkalan andong dan becak ini direncanakan berlangsung selama pekerjaan revitalisasi Jalan Malioboro sisi barat tengah dilakukan.

    Revitaliasai direncanakan mulai berlangsung pada 12 Maret 2018. Meski demikian hingga kini, menurut Sugeng, belum ada ketetapan apa pun.

    Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta telah memetakan lokasi berdasarkan survei awal. Survei dilakukan pada lokasi andong dan becak menunggu penumpang. 

    "Kami tidak memilih di jalan-jalan sirip Malioboro karena jalan tidak terlalu luas. Selain itu, terkadang ada PKL kuliner yang berjualan di sepanjang jalan sehingga jika ada andong yang parkir bisa mengganggu," kata dia.

    Dinas Perhubungan terus berkomunikasi dengan paguyuban becak dan andong, meski panduan teknisnya belum ada. 

    Kepala Unit Pelaksana Teknis Malioboro Syarif Teguh mengatakan, proses sosialisasi terhadap seluruh komunitas yang terdampak pekerjaan revitalisasi sisi barat Jalan Malioboro akan terus diintensifkan, mulai dari pedagang kaki lima souvenir, pemilik toko hingga komunitas andong dan becak.

    "Pada intinya, kami ingin meminta dukungan agar pekerjaan revitalisasi ini bisa lancar karena tujuan utamanya adalah menata Malioboro," katanya.

    Proses sosialisasi, menurut Syarif, masih menunggu penjadwalan dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. "Komunitas berharap ada penjelasan yang detail mengenai rencana revitalisasi, termasuk manajemen poyek dan tata kelola kegiatan," katanya.

    Menurut rencana pekerjaan revitalisasi di Jalan Malioboro sisi barat akan terbagi dalam lima blok besar dan ada tiga pelaksana kegiatan.  "Selama pekerjaan berlangsung, akan ada komunikasi antara pelaksana kegiatan terkait kapan PKL bisa berjualan dan tidak," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.