Selasa, 26 Juni 2018

Cuaca Ekstrim Berlalu, Kawasan Wisata Komodo Siap Dikunjungi Lagi

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan berada di atas Kapal yang dapat digunakan untuk menginap di perairan Labuan Bajo, 3 Mei 2017. Labuan Bajo, merupakan pelabuhan kecil yang terletak di ujung paling barat pulau Flores, Nusa Tenggara Timur yang menjadi pintu masuk untuk wisatawan mengunjungi Taman Nasional Komodo atau beberapa pulau-pulau lainnya di daerah itu. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Wisatawan berada di atas Kapal yang dapat digunakan untuk menginap di perairan Labuan Bajo, 3 Mei 2017. Labuan Bajo, merupakan pelabuhan kecil yang terletak di ujung paling barat pulau Flores, Nusa Tenggara Timur yang menjadi pintu masuk untuk wisatawan mengunjungi Taman Nasional Komodo atau beberapa pulau-pulau lainnya di daerah itu. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Kupang - Kepala Taman Nasional Komodo Budi Kurniawan mengatakan kondisi cuaca kawasan wisata Komodo di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur mulai berangsur normal. Selama lebih dari dua bulan terakhir, kawasan di sana dilanda cuaca ekstrem dan beberapa titik terpaksa tertutup untuk turis.

    Baca juga: Dua Dermaga Dibangun di Taman Nasional Komodo

    "Seiring dengan berakhirnya musim angin barat, kondisi perairan di kawasan wisata komodo mulai berangsur normal dan saat ini sudah lebih bersahabat," kata Budi Kurniawan saat dari Kupang, Selasa, 27/2.

    Ia menjelaskan sejumlah titik wisata komodo yang sebelumnya tertutup bagi turis karena kendala cuaca, kini sudah dibuka kembali. Beberapa lokasi itu adalah di selatan Pulau Padar dan Gili Lawak. "Dan para operator selama bulan Maret ini sudah perisapan untuk beroperasi kembali," katanya.

    Meski cuaca sudah berangsur membaik, namun pengoperasian kapal-kapal wisata tergantung izin dari Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat.

    Budi menjelaskan selama cuaca ekstrem tersebut, pengeola membatasi area kunjungan. Mereka menyarankan pelancong  menuju Pulau Rinca yang merupakan titik destinasi yang lebih dekat dengan Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat.

    Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem itu telah berdampak pada penurunan arus wisatawan pada awal tahun 2018. "Dalam kondisi normal rata-rata kunjungan wisatawan bisa mencapai 10.000 orang per bulan, namun karena cuaca buruk menurun hingga 6.0000-7.000 orang," kata Budi.

    Artikel lain: Gelar Pawai Lampion di Perayaan Cap Go Meh Singkawang


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Masa Berlaku Uang Lama Emisi 1999 dan 1999 Segera Dicabut

    Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk segera melakukan penukaran empat uang lama Rupiah kertas tahun emisi 1998-1999 sebelum 31 Desember 2018.