5.555 Penari Pecahkan Rekor Tari Kecak Kolosal

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan wisatawan menyaksikan pementasan Tari Kecak Rama Shinta saat musim libur Natal dan Tahun Baru di Pantai Pandawa, Kuta Selatan, Bali, 29 Desember 2015. Atraksi seni budaya tersebut bertujuan untuk menghibur sekaligus menggaet wisatawan dimusim liburan agar datang ke pantai yang menjadi ikon wisata baru di selatan Pulau Bali. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ratusan wisatawan menyaksikan pementasan Tari Kecak Rama Shinta saat musim libur Natal dan Tahun Baru di Pantai Pandawa, Kuta Selatan, Bali, 29 Desember 2015. Atraksi seni budaya tersebut bertujuan untuk menghibur sekaligus menggaet wisatawan dimusim liburan agar datang ke pantai yang menjadi ikon wisata baru di selatan Pulau Bali. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Mangupura - Sebanyak 5.555 penari yang terdiri atas siswa-siswi sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) se-Kabupaten Badung, Bali, berhasil memecahkan rekor dunia yang ditetapkan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Rekor tersebut diberikan MURI untuk tari kecak kolosal, di kawasan wisata Pantai Berawa, Tibubeneng, Badung.

    "MURI sangat mengapresiasi kegiatan kecak kolosal ini. Ini tidak pantas menjadi rekor nasional, tapi pantas untuk menjadi rekor dunia," ujar Manajer MURI Triyono saat penilaian di lokasi kegiatan, Minggu malam, 25 Februari 2018.

    Baca juga: Erau, Magnet Wisata Kutai Kartanegara

    Triyono menjelaskan tari kecak kolosal itu bisa ditetapkan menjadi rekor dunia karena tari kecak merupakan budaya lokal dan kesenian khas Bali yang tidak ada di negara manapun. "Tetap semangat berkarya untuk kekayaan nasional Indonesia," katanya.

    Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar sebagai rangkaian "Berawa Beach Art Festival 2018" itu. Karena tari kecak kolosal tersebut secara langsung telah ikut mengharumkan nama Kabupaten Badung.

    "Tentunya kegiatan ini sangat kami apresiasi karena telah berhasil mengukir rekor MURI. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat Tibubeneng dan para siswa-siswi SMA dan SMK se-Badung yang terlibat dalam kegiatan ini," ucapnya.

    Made mengatakan kegiatan ini sangat membantu Pemerintah Kabupaten Badung dalam mewujudkan target 7 juta wisatawan pada 2018. "Selain telah mengangkat nama Kabupaten Badung, tari kecak kolosal ini juga sangat menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara," tuturnya.

    Dalam pemecahan rekor ini, 5.555 penari membentuk formasi di tepi Loloan Yeh Poh, kawasan Pantai Berawa. Mereka mengenakan kain kemben bercorak kotak-kotak hitam putih seperti papan catur atau yang dikenal dengan saput poleng, dengan selendang merah sebagai pengikat.

    Saat matahari sudah mulai terbenam, mereka mulai melakukan gerakan Tari Kecak yang sangat atraktif. Para penari juga mengeluarkan suara bersahut-sahutan yang sangat rancak dan harmonis dengan dikomando sejumlah instruktur.

    Ribuan warga memadati kawasan itu untuk menyaksikan pemecahan rekor dunia tersebut. Mereka tampak sangat terhibur dan menikmati tarian kecak kolosal yang ditampilkan pelajar.

    Misalnya Siva, pelajar SMA asal Denpasar. Dia datang ke kawasan Pantai Berawa untuk menyaksikan pemecahan rekor itu. Dia juga mengantar temannya yang ikut menari dalam acara tersebut.

    "Ini baru pertama kali nonton tari kecak sebanyak ini, sampai merinding rasanya. Namun menurut saya ini cahayanya terlalu gelap. Penari-penari apalagi yang di belakang tidak terlalu kelihatan," ujarnya.

    ANTARA

    Artikel Lain: Tari Pendet Disabilitas di Bali Raih Rekor Muri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.