Chef Aiko Masak Ikan Asam Pedas Pontianak dan Asinan Lidah Buaya

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petani memanen tanaman lidah buaya yang menjadi komoditas unggulan Kalimantan Barat (1/11). Pelepah tanaman tersebut di ekspor ke beberapa negara Asia. Foto: ANTARA/Jessica Wuysang

    Seorang petani memanen tanaman lidah buaya yang menjadi komoditas unggulan Kalimantan Barat (1/11). Pelepah tanaman tersebut di ekspor ke beberapa negara Asia. Foto: ANTARA/Jessica Wuysang

    TEMPO.CO, Pontianak - Aiko Sarwosri Isra, atau yang lebih dikenal dengan Chef Aiko, menghadirkan asinan lidah buaya dan ikan asam pedas di acara puncak Pontianak Food Festival (PFF) 2018 di Halaman Ahmad Yani, Megamall Pontianak.

    Asinan lidah buaya itu merupakan inovasi terbaru dalam pengolahan lidah buaya yang sudah menjadi ikon minuman dan makanan ringan khas Kota Pontianak tersebut.

    Baca juga: Sambut Asian Games, Palembang Hadirkan Sentra Kuliner Olahan Ikan

    "Selama ini lidah buaya dijadikan minuman, makanan ringan, dan kerupuk. Hari ini saya tampilkan beda di PFF, yakni asinan lidah buaya. Ini menjawab tren di tengah masyarakat yang lagi suka sama asinan, seperti asinan rambutan dan lainnya," ujar Chef Aiko di Pontianak, Minggu, 25 Februari 2018.

    Chef Aiko juga turut mendemonstrasikan cara memasak ikan asam pedas khas Kota Pontianak. Demo itu menjadi bagian memasak bersama 200 pemasak lainnya asal Kota Pontianak untuk memecahkan rekor MURI masak ikan asam pedas terbanyak.

    "Untuk asam pedas saya telah membawa bumbu dari Jakarta dan pastinya saya mengombinasikan dengan bumbu yang lokal di sini. Kearifan kuliner lokal asam pedas di sini tentunya yang ditonjolkan," ujar Aiko.

    "Masakan di sini sudah oke dan enak banget. Tinggal kenalkan dan ajak orang ke sini lebih ramai lagi untuk menjamah kuliner Pontianak yang top. Kuncinya kalau bukan kita yang mengenalkannya, siapa lagi," kata Aiko.

    Salah satu yang bisa ditempuh pelaku usaha agar masakan Pontianak bisa dinikmati di luar Pontianak adalah dengan menjual bumbunya. "Setiap daerah ada ikan. Masalahnya kan bumbunya saja. Jadi bisa saja kita jual bumbu ikan asam pedas Kota Pontianak. Tinggal pengemasan dan lainnya saja yang betul-betul agar rasa tetap sebagaimana mestinya," katanya.

    ANTARA

    Artikel Lain: Danau Sunter, dan 5 Danau Buatan Lain Favorit Pelancong


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.