Cap Go Meh di Palembang, Ada Akses Pejalan Kaki ke Pulau Kemaro

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pengunjung berada disekitar Pagoda di  Pulau Kemaro, di tengah Sungai Musi untuk merayakan Cap Go Meh atau hari ke-15 tahun baru Imlek dan berwisata religus, di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (4/2). Sekitar 20 ribu warga keturunan Tionghoa yang tidak hanya berasal dari Palembang tetapi sejumlah negara, seperti Sngapura dan Malaysia  beribadah dan berwisata religi di pulau yang dikenal dengan legenda percintaan abdi Tan Bun An, saudagar dari China dan Siti Fatimah perempuan asli Palembang yang berakhir dengan kematian bersama. ANTARA/Nila Fu'adi

    Ratusan pengunjung berada disekitar Pagoda di Pulau Kemaro, di tengah Sungai Musi untuk merayakan Cap Go Meh atau hari ke-15 tahun baru Imlek dan berwisata religus, di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (4/2). Sekitar 20 ribu warga keturunan Tionghoa yang tidak hanya berasal dari Palembang tetapi sejumlah negara, seperti Sngapura dan Malaysia beribadah dan berwisata religi di pulau yang dikenal dengan legenda percintaan abdi Tan Bun An, saudagar dari China dan Siti Fatimah perempuan asli Palembang yang berakhir dengan kematian bersama. ANTARA/Nila Fu'adi

    TEMPO.CO, Palembang - Akses untuk pejalan kaki berupa jembatan ponton tersedia untuk masyarakat yang ingin menuju Pulau Kemaro, Palembang. Jembatan ini disediakan untuk perayaan Imlek dan Cap Go Meh pada Maret 2018.

    Pengurus Pulau Kemaro, Tjik Harun, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan banyak pihak membangun akses khusus berupa jembatan yakni beberapa ponton yang disatukan.

    Baca jugaSingkawang Siapkan Cap Go Meh dengan Banyak Pemecahan Rekor

    Terdapat sekitar lima unit ponton sepanjang 150 meter yang sudah dipasang pada Minggu, 25 Februari 2018. Ponton ini merupakan donasi atau bantuan dari umat Tridharma.

    "Akses ini untuk berjalan kaki melalui Kawasan Kalidoni Palembang atau dekat Pusri, jadi tidak harus pakai kapal," ucap dia di Palembang, Senin, 26 Februari 2018.

    Selain akses jembatan sudah terpasang, panitia Cap Go Meh juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak dalam penyediaan lokasi parkir dan keamanan. Sejak Minggu, petugas Kepolisian dan TNI sudah berjaga di Pulau Kemaro, baik di pintu masuk hingga area pulau.

    Tjik Harun menjelaskan selain akses jalan kaki, pihaknya juga dibantu umat dan masyarakat Palembang menyediakan kapal tongkang pengangkut dari Pasar 16 Ilir Palembang menuju Pulau Kemaro. Masyarakat yang hendak ke Pulau Kemaro bisa melalui akses itu.

    "Pengangkutan gratis. Ini bantuan umat dan masyarakat. Ada sekitar 20 kapal tongkang dan berlayar tiap saat. Mulai berlayar tanggal 28 Februari pukul 17.00 WIB hingga 1 Maret pada pukul yang sama," kata dia.

    Kapal tongkang ini dapat mengangkut 100-200 orang dalam satu kali berlayar. Untuk itu, tiga dermaga sudah disiapkan di Pulau Kemaro, yakni dermaga kedatangan, dermaga kepulangan, dan dermaga VIP.

    Tjik Harun menjelaskan selama perayaan Cap Go Meh itu, ada ratusan lapak pedagang disiapkan, mulai dari lapak perlengkapan alat sembahyang umat, kuliner, dan aksesoris.

    Selain itu, ada dua panggung besar yang disediakan panitia untuk wayang orang tradisional Tionghoa yang digelar untuk masyarakat dan umat yang datang.

    "Pengunjung yang datang dapat menyaksikan berbagai sajian hiburan. Ada wayang orang, aksi barongsai, tradisi tanjidor dan sebagainya," kata dia. Khusus untuk ibadah umat, kata dia, ritual keagamaan mulai tepat pukul 00.00 WIB.

    Simak artikel lainnya seputar Imlek dan Cap Go Meh 2018 di Tempo.co.

    ANTARA

    Artikel Lain912 Tatung Terdaftar Ikuti Cap Go Meh di Singkawang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbandingan Kebutuhan Pria dan Wanita akan Protein per Hari

    Penelitian DRI menyebutkan kebutuhan rata-rata pria akan protein sekitar 56 gram per hari. Mudahnya, dibutuhkan 0,8 gram protein per kg berat tubuh.