Selasa, 25 September 2018

Singkawang Siapkan Cap Go Meh dengan Banyak Pemecahan Rekor

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para peserta festival perayaan Cap Go Meh memanggul miniatur rumah adat di Singkawang, Kalimantan Barat, 5 Maret 2015. Singkawang selalu menarik banyak perhatian wisatawan asing maupun lokal saat perayaan Imlek hingga Cap Go Meh, karena kemeriahannya dan menampilkan banyak kesenian. (Robertus Pudyanto/Getty Images)

    Para peserta festival perayaan Cap Go Meh memanggul miniatur rumah adat di Singkawang, Kalimantan Barat, 5 Maret 2015. Singkawang selalu menarik banyak perhatian wisatawan asing maupun lokal saat perayaan Imlek hingga Cap Go Meh, karena kemeriahannya dan menampilkan banyak kesenian. (Robertus Pudyanto/Getty Images)

    TEMPO.CO, Pontianak - Santo Yosep Singkawang Group kembali memecahkan rekor MURI dengaan pembuatan naga terbanyak pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018. Mereka berhasil membuat 9 naga dan dua diantaranya sudah ditempatkan di stadion Kridasana.

    Baca juga: 3 Karya Kalimantan Utara Diakui Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

    Menurut ketua pembuatan naga Santo Yosep Singkawang Group, Bong Sin Fo, sebelumnya mereka juga pernah mendapatkan rekor MURI pada 2017. Saat itu mereka membuat naga terpanjang di Indonesia hingga 178 meter

    Dia mengatakan, penyerahan sertifikat dari pihak MURI, akan dilaksanakan pada Rabu, 28/2, di Gedung Serba Guna STIE-Mulia Singkawang. "Saat ini 2 naga sudah kita tempatkan di Stadion Kridasana, sedangkan 7 lainnya kita tempatkan di Gedung Serba Guna STIE-Mulia," ujar Bong Sin Fo.

    Sebenarnya ke-9 naga tersebut akan ditempatkan di Stadion Kridasana. Tetapi karena atap tribun yang dipergunakan untuk penempatan naga tidak memadai, akhirnya diputuskan hanya 2 naga saja.

    Secara terpisah, Ketua panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Tjhai Leonardi mengatakan, mereka juga telah membuat sejarah dengan memasang lebih 15 ribu hiasan lampion. Ini pun melampaui target rekor MURI.Para peserta parade membawa lentera di festival perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan, 3 Maret 2015. Robertus Pudyanto/Getty Images

    "Kemudian untuk tatung yang sudah terdaftar, sampai tanggal 14 Februari ada 850 tatung. Ini juga suatu rekor yang dahsyat," katanya.

    Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang tahun ini akan sangat berbeda. Karena warga juga memasang hiasan lampion berbentuk gapura kota, 12 zodiak Shiau, ada lampion Dewa Rezeki setinggi 4,5 meter yang terpasang di Vihara Tri Dharma Bumi Raya (pusat kota) Singkawang.

    Kemudian, ada lampion etnik ikan setinggi 4 meter yang melambangkan Nien-Nien Yu Yi (setiap tahun banyak berkah).

    Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, masyarakat perlu berbangga karena perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang merupakan event terbesar di Indonesia.

    "Event Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang juga sudah menjadi agenda tetap Kementerian Pariwisata RI," katanya.

    Sementara beberapa prestasi yang pernah diraih melalui terkait perayaan IMlek dan Cap Go Meh, adalah tercatat rekor MURI dalam beberapa hal: lampion terbanyak (10.895 lampion) pada tahun 2009, pawai dengan tatung terbanyak (777 tatung) pada tahun 2010.

    Kemudian, lampion terbesar pada tahun 2011, kue keranjang terbesar pada tahun 2011, Replika Tembok China terbesar tahun 2012.

    "Beberapa prestasi yang pernah dicapai ini tentunya merupakan kebanggaan seluruh masyarakat Kota Singkawang karena ini kita bersama-sama yang mewujudkannya," ujarnya.

    Artikel lain: 300 Warisan Budaya di Kulon Progo Belum Semua Jadi Cagar Budaya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.