Rabu, 23 Mei 2018

Acara Imlek 2018 di Bekasi Ditaksir Dihadiri 3000 Orang

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat bersembahyang di Klenteng Hok Lay Kiong pada malam Tahun Baru Imlek, Bekasi, Jawa Barat, 7 Februari 2016. Klenteng Hok Lay Kiong merupakan Klenteng tertua di Bekasi yang sudah berdiri kurang lebih 350 tahun. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Umat bersembahyang di Klenteng Hok Lay Kiong pada malam Tahun Baru Imlek, Bekasi, Jawa Barat, 7 Februari 2016. Klenteng Hok Lay Kiong merupakan Klenteng tertua di Bekasi yang sudah berdiri kurang lebih 350 tahun. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bekasi - Acara malam tahun baru Imlek 2018 di Bekasi malam ini akan ditandai dengan letusan kembang api, dan dilanjutkan dengan acara peribadatan.

    Baca juga

    Imlek, Menyusuri Jejak Kampung Pecinan Tertua di Palembang

    Imlek dan Angpao Merah, Ini Maknanya

    "Letusan kembang api ini dipercaya bisa mengusir roh jahat, selain sebagai penanda kemeriahan pergantian tahun," kata Ketua Yayasan Pancara Sinar Tridharma Ronny Hermawan di Bekasi, Kamis, 15/2.

    Ronny mengatakan letusan kembang api saat Imlek itu merupakan visualisasi kepercayaan masyarakat keturunan Tionghoa atas harapan rezeki, kemeriahan dan mengusir roh jahat.

    Ronny memperkirakan acara malam tahun baru Imlek 2018 akan dihadiri sekitar 3.000 peserta dari wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, dan sekitarnya. Acara akan dilaksanakan di Klenteng Hok Lay Kiong Jalan Kenari, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.

    Pergantian tahun baru Lunar itu akan dimulai pada pukul 20.00-00.00 WIB dengan menghadirkan jemaat dari wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Jakarta. Menurut Ronny para peserta Imlek tidak seluruhnya jemaat Konghucu.

    Pada tahun baru Anjing kali ini, Ronny berharap situasi lingkungan memiliki karakteristik positif dari binatang tersebut. "Anjing ini memiliki karakter setia, Kita berharap agar jemaat bisa lebih setia pada keluarga dan pasangan hidup.”

    Dia juga berharap pada tahun politik ini hubungan antar-masyarakat lebih kondusif dan tidak terpecah belah kepentingan politik.

    Yayasan tidak memberikan undangan khusus kepada sejumlah pihak terkait seperti kandidat Pilkada, Pilgub maupun politisi lainnya untuk menghadiri Imlak. "Ini murni acara kerakyatan. Namun kalau mereka tertarik hadir, kami juga persilakan," kata Ronny.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.