Sabtu, 18 Agustus 2018

Jogja Air Show Diwarnai Pemecahan Rekor Paramotor Terbang Bersama

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pilot menerbangkan manuver paramotor yang turut memeriahkan pembukaan Kejuaraan Dunia Terjun Payung di sekitar Piramida Giza, Mesir, 2 Maret 2016. Kejuaraan dunia penerjun payung ini berlangsung hingga 10 Maret mendatang. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

    Sejumlah pilot menerbangkan manuver paramotor yang turut memeriahkan pembukaan Kejuaraan Dunia Terjun Payung di sekitar Piramida Giza, Mesir, 2 Maret 2016. Kejuaraan dunia penerjun payung ini berlangsung hingga 10 Maret mendatang. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebanyak 56 pesawat paramotor dari berbagai cabang Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Indonesia akan memecahkan rekor terbang bersama terbanyak dalam event Jogja Air Show yang digelar 17-18 Februari 2018 di Pantai Depok Bantul Yogyakarta.

    “Pada tahun lalu di Ngawi pesawat yang terlibat (hanya) ada 46 unit,” ujar Ketua Panitia yang juga Komandan Pangkalan Udara Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Novyan Samyoga usai membahas persiapan Jogja Air Show bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kantor Gubernur DIY Kepatihan, Kamis 15 Februari 2018.

    Dengan banyaknya pesawat paramotor yang terlibat pada even ini, lokasi pemberangkatan dibuat menjadi dua titik yakni dari Pantai Parangtritis sebanyak 25 pesawat dan 31 pesawat dari Pantai Parangkusumo Bantul Yogyakarta.

    Dari dua titik pemberangkatan itu, pesawat paramotor yang diterbangkan para atlet dari FASI Makasar hingga Aceh itu terbang bersama mengarah ke pantai Depok. Jadwal terbang bersama dimulai pukul 08.00 dan pada pukul 09.00 WIBseluruh pesawat sudah di langit Pantai Depok.

    “Selama 20 menit langit Pantai Depok nanti akan penuh dengan pesawat paramotor itu,” ujarnya.

    Setelah rekor terpecahkan, maka pesawat pesawat itu akan kembali ke titik berangkat dan lima pesawat landing di lokasi kegiatan untuk memeriahkan Jogja Air Show.

    Samyoga menuturkan event Jogja Air Show 2018 ini disiapkan berskala nasional sehingga tak melibatkan peserta dari mancanegara, seperti tahun 2017 lalu. Tujuannya agar Jogja Air Show tetap menjadi wadah efektif bagi pengembangan atlet atlet dirgantara tanah air.

    “Kami buat skala nasional-internasional secara selang seling setiap tahun, tahun 2019 nanti baru melibatkan peserta mancanegara lagi,” ujarnya.

    Seorang penerbang dari Pangkalan Adi Sutjipto yang juga Koordinator Kegiatan Paramotor Jogja Air Show Mayor Muhammad Ali Umar menuturkan kegiatan pemecahan rekor akan dilakukan dengan dua kesempatan pada 17 dan 18 Februari untuk berjaga dari cuaca buruk seperti angin kencang dan hujan deras di kawasan pantai selatan.

    “Kalau kecepatan angin di atas 10 knot atau hujan deras, berarti tidak boleh terbang,” ujar Umar.

    Umar menuturkan para atlet FASI berbagai daerah itu membawa secara mandiri pesawat pesawat paramotornya melalui berbagai jalur di seluruh Indonesia baik jalan darat, laut maupun udara.

    Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanto menuturkan event Jogja Air Show titargetkan dapat mendatangkan pengunjung ke Yogya sekitar 50 ribu orang.

    PRIBADI WICAKSONO

    Artikel lain:

    Imlek dan Angpao Merah, Ini Maknanya

    Dihelat Juni, Solo Batik Carnival Angkat Keragaman Nusantara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.