Mengenal Asmat dan Karya Seni Ukirnya

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nelayan memindahkan perahu saat air sungai surut di Pelabuhan Agats, Kabupaten Asmat, Papua, 28 Januari 2018. ANTARA/M Agung Rajasa

    Nelayan memindahkan perahu saat air sungai surut di Pelabuhan Agats, Kabupaten Asmat, Papua, 28 Januari 2018. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Di luar permasalahan gizi buruk, Asmat punya sisi lain yang membanggakan. Pada 2003, Asmat mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai situs warisan dunia.

    Kabupaten Asmat ini adalah hasil pemekaran Kabupaten Merauke yang terletak di selatan Papua dan berhadapan langsung dengan Laut Arafura. Setiap tahunnya digelar Festival Budaya Asmat untuk mempertahankan Asmat sebagai situs budaya sekaligus memperkenalkan Kabupaten Asmat sebagai tujuan wisata yang dapat dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun domestik.

    Baca juga: Suku Asmat, Ahli Meramu dan Pemahat Ulung

    Festival budaya Asmat sudah diadakan sejak 1981. Sempat terhenti beberapa kali, dan kemudian rutin digelar setiap tahun. Festival ini lahir dari inisiatif pihak Keuskupan Gereja Katolik setempat yang bertujuan melestarikan nilai-nilai budaya Asmat.

    Asmat dikenal dari karya seni ukir yang unik. Seniman Asmat bisa membuat ukiran tanpa membuat sketsa. Bagi mereka, ukiran kayu dibuat erat kaitannya dengan roh leluhur dan tidak semata dinilai sebagai karya seni.

    Karya seni menjadi simbol perang, atau pemujaan kepada leluhur sehingga selama berabad-abad, suku Asmat memenuhi keinginan roh leluhur dengan menghasilkan berbagai karya seni luar biasa dalam.

    Asmat sempat menjadi sorotan dunia. Pada 1961, Michael Rockefeller, putra Gubernur New York, Nelson Rockefeller, pernah dinyatakan hilang saat melakukan ekspedisi kedua di wilayah ini.

    TRAVELOUNGE

    Artikel Lain: 3 Tempat Wisata Alam yang Asyik di Sekitar Bendung Katulampa

    Kue-kue Khas Imlek dan Maknanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Menetapkan Jokowi Widodo - Ma'ruf Amin Pemenang Pilpres 2019

    Pada 21 Mei 2019, Komisi Pemilihan Umum menetapkan pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019. Inilah komposisi perolehan suara.