Jembatan Kaca Hiasi Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil berhiaskan lentera berkeliling di festival perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan, 3 Maret 2015. Cap Go Meh Festival merupakan puncak dan penutup rangkaian perayaan Tahun Baru Cina. Robertus Pudyanto/Getty Images

    Mobil berhiaskan lentera berkeliling di festival perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan, 3 Maret 2015. Cap Go Meh Festival merupakan puncak dan penutup rangkaian perayaan Tahun Baru Cina. Robertus Pudyanto/Getty Images

    TEMPO.CO, Pontianak - Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018 di Singkawang, Kalimantan Barat, kembali dipusatkan di Stadion Kridasana. Panitia pun membuat ornamen pegunungan batu dan jembatan kaca yang ada di Stadion Kridasana.

    Di dalam ornamen ini ada jembatan kaca sepanjang 8 meter dengan tebal kaca 3 sentimeter. Jembatan kaca ini bisa dilalui, sekaligus jadi ajang menguji adrenalin para pengunjung.

    Baca jugaImlek Kian Dekat, Ini 3 Pernak-pernik Paling Dicari di Glodok

    Tujuannya, hanya semata-mata untuk menarik kunjungan wisata. Mengingat event Imlek dan Cap Go Meh ini dibuka untuk masyarakat umum. "Jadi bukan hanya untuk etnis-etnis tertentu," kata salah satu panitia, Bun Cin Thong.

    Ornamen gunung batu setinggi empat meter itu juga terdapat Rumah Tea, Rumah Nanas, taman bunga Sakura, dan Mei Hwa. Replika lampion anjing sebanyak 5 ekor juga bisa jadi tempat selfie pengunjung.

    Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Stadion Kridasana ini mulai dibuka pada Kamis malam, 15 Februari 2018 sampai 4 Maret 2018. Perayaan ini juga akan dimeriahkan artis ibu kota.

    Ketua panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Tjhai Leonardi, mengatakan ornamen yang dibuat merupakan hutan tiruan bernama Thai Phing San yang harus berjalan melalui jembatan kaca buatan.

    "Ornamen ini sangat menantang adrenalin pengunjung untuk uji mental seolah-olah kita berada di jurang yang tinggi," katanya. Thai Phing San sengaja dibuat untuk menarik kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Singkawang.

    "Sehingga warga masyarakat yang ingin melihat jembatan kaca tidak perlu lagi datang ke negeri Cina tetapi cukup datang ke Singkawang," ujarnya.

    ANTARA

    Artikel LainMenjelang Imlek, Ini Asal Muasal Nama Glodok di Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.