Senin, 17 Desember 2018

3 Tujuan Wisata Baru di Banyuwangi Ini Mulai Mencuri Perhatian

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Masyarakat Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi menyelenggarakan pagelaran Jenang Suro dalam rangkaian memperingati Bulan Suro (Muharram),  21-22 Oktober 2017. Tempo/David Priyashidarta

    Masyarakat Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi menyelenggarakan pagelaran Jenang Suro dalam rangkaian memperingati Bulan Suro (Muharram), 21-22 Oktober 2017. Tempo/David Priyashidarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kawah Ijen bukan satu-satunya destinasi yang bisa disambangi wisatawan bila sedang berlibur ke Banyuwangi, Jawa Timur. Di sana masih ada beragam tempat menarik. Ada yang bertajuk wisata alam, ada pula yang mengunggulkan kuliner.

    Baca juga: 8 Pilihan Acara Wisata Menarik di Banyuwangi Selama Februari

    Bupati Banyuwangi Azwar Anas, yang ditemui Tempo di Kementerian Pariwisata pada Kamis, 1 Februari 2018, merekomendasikan beberapa lokasi wisata yang tergolong baru. Di antaranya tiga tempat berikut ini yang patut dipertimbangkan buat dieksplorasi.  

    1. Glenmore, kecamatan penghasil kakao

    Anas mengatakan Kecamatan Glenmore kesohor sebagai salah satu wilayah penghasil kakao terbesar di dunia. “Sudah terkenal sejak zaman Belanda,” kata Anas. Maka, paket wisata yang diunggulkan di daerah tersebut adalah kuliner cokelat.

    Wisata cokelat di kecamatan ini dipusatkan di Dusun Kakao. Di sana terdapat lahan perkebunan seluas 1.500 hektare. Empat hektare di antaranya dijadikan kawasan wisata.  Di kampung cokelat Banyuwangi, pengunjung bisa mencicipi beragam olahan kakao sambil belajar cara merawat tanamannya hingga menghasilkan buah.

    Belakangan, pemerintah setempat melirik adanya potensi wisata yang cukup besar di kampung tersebut. Maka, untuk mempercepat jumlah kunjungan wisatawan di kampung itu, digelar festival bertajuk cokelat.

    Festival ini dilaksanakan pada 12 Mei mendatang dan bakal menjadi perhelatan perdana. Pembukaannya diawali dengan jalan sehat, lalu penutupannya diisi dengan pembagian minuman cokelat massal. Dalam festival ini diselenggarakan pula pengenalan wisata edukasi berbasis pengolahan cokelat.

    1. Brangsing Underwater

    Banyuwangi punya terumbu karang yang terpelihara dengan baik. Tempatnya di perairan menuju Pulau Tabuhan. Di sana, orang bisa snorkeling sambil menyaksikan indahnya lukisan bawah laut tersebut.

    Brangsing mulai dibuka untuk umum pada 2014. Selama hampir empat tahun, lokasi wisata bahari itu lantas menjadi salah satu yang diunggulkan dalam daftar destinasi andalan Banyuwangi.

    Untuk makin menarik minat wisatawan, digelar  Brangsing Underwater pada 4 April mendatang. Festival dilakukan sebagai upaya konservasi ekosistem laut. Acara ini diikuti oleh penyelam dari sejumlah wilayah. Atraksi wisata tersebut cocok untuk penggemar lanskap bawah laut.

    1. Pinus Songgon

    Wisata berlatar hutan pinus memang sedang naik daun di beberapa daerah. Begitu juga dengan Banyuwangi. Kabupaten ini mengelola hutan pinus, yang berlokasi di Desa Songgon, untuk dimanfaatkan sebagai destinasi swafoto atau destinasi digital.

    Untuk mempopulerkan hutan pinus Songgon, digelar festival a week in Songgon. Festival ini dihelat pada 21-29 April mendatang. Selama sepekan penuh, wisatawan diajak mengikuti serangkaian acara, festival memanah, festival buah, dan pergelaran karya seni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".