Gerhana Bulan, Masjid Al-Akbar Surabaya Siapkan Tempat Swafoto

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tidak seperti pada hari biasa, Masjid nasional Al-Akbar Surabaya ramai oleh para warga yang beritikaf hingga larut, pada pada malam ke-23 Ramadan, Jumat (8/10). TEMPO/Fully Syafi

    Tidak seperti pada hari biasa, Masjid nasional Al-Akbar Surabaya ramai oleh para warga yang beritikaf hingga larut, pada pada malam ke-23 Ramadan, Jumat (8/10). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya menyiapkan layar lebar di sekitar masjid untuk masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena gerhana bulan total pada Rabu, 31 Januari 2018.

    "Kami siapkan di empat titik agar masyarakat bisa melihatnya dari layar lebar bagaimana proses terjadinya gerhana bulan, termasuk tempat untuk swafoto" ujar Sekretaris Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Hizbul Wathon, di Surabaya, Selasa, 30 Januari 2018.

    Baca juga: 7 Tempat Wisata Jakarta untuk Melihat Supermoon dan Gerhana Bulan

    Masjid yang menampung hingga 60 ribu jamaah ini juga akan menggelar Salat Khusuf atau salat gerhana bulan yang dipimpin oleh Imam Besar Masjid Al Akbar, KH. Abdul Hamid Abdullah, dan ceramah oleh KH. Abdussalam Nawawi. Dia adalah pakar ilmu falak dan dosen UIN Sunan Ampel Surabaya.

    Hizbul memprediksi ada puluhan ribu jamaah yang akan mengikuti Salat Khusuf setelah salat Isya itu. Sama seperti salat gerhana matahari beberapa waktu lalu. "Terlebih di berbagai media, termasuk media sosial sudah sangat ramai diberitakan, termasuk imbauan salat gerhana bulan," ucapnya.

    Takmir masjid, kata dia, bekerja sama dengan Lajnah Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama juga menyiapkan teropong elektronik yang terhubung dengan layar sehingga setiap detik gerakan gerhana bisa terlihat di layar.

    Terkait keamanan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian, Satpol PP, dan tim keamanan Masjid Al Akbar serta remaja masjid. Totalnya sekitar 150 personel.

    Untuk menyambut fenomena alam ini, Hizbul Wathon berharap masyarakat banyak mengeluarkan sedekah sebab menolak bala bencana sekaligus menambah ketaqwaan umat.

    Sekretaris Lajnah Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Afif Amrullah, menyampaikan gerhana bulan dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia dari awal hingga tengah malam, termasuk fenomena supermoon yang dapat disaksikan di negara-negara Asia, Australia, Amerika Utara, dan Amerika Tengah.

    Di Jawa Timur, kata dia, proses keseluruhan gerhana terjadi selama 3 jam 23 menit yaitu 18:48:22 sampai 22:11:11 WIB. Adapun durasi gerhana total terjadi selama 1 jam 16 menit yakni 19:51:42 sampai 21:07:51 WIB.

    Dia mengimbau kepada kaum muslimin, nahdliyin, dan pengurus NU di seluruh tingkatan agar melaksanakan pengamatan gerhana bulan dan mensyiarkan secara syar'i dengan zikir, salat, khutbah, dan amal soleh lainnya.

    ANTARA

    Artikel Lain: Lapan Bandung Gelar Pengamatan Blue Blood Supermoon Gratis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.