Jokowi ke Afghanistan, Ini Kawasan Bersejarah Kabul yang Bertahan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas kepolisia bersenjata lengkap, berjaga saat berlangsungnya prosesi Salat Idul Adha yang diikuti umat Muslim di sebuah Masjid di Kabul, Afghanistan, 1 September 2017. REUTERS

    Seorang petugas kepolisia bersenjata lengkap, berjaga saat berlangsungnya prosesi Salat Idul Adha yang diikuti umat Muslim di sebuah Masjid di Kabul, Afghanistan, 1 September 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Teror bom di Kabul tidak menyurutkan niat Presiden Joko Widodo untuk datang ke Afghanistan. Jokowi dan rombongan bertolak dari Bangladesh menuju Afghanistan pukul 10.20 WIB, Senin, 29 Januari 2018.

    Dalam lawatannya ini, Jokowi dan Ibu Negara Iriana akan berkunjung ke Istana Presiden Arg. Selanjutnya dia akan mengikuti serangkaian kegiatan kenegaraan, yaitu pertemuan bilateral dan memberikan pernyataan pers bersama.

    Jokowi memang tidak akan mengunjungi lokasi wisata di negeri itu, karen ada serangkaian agenda kenegaraan yang mesti ia lakukan.

    Berkali-kali menjadi medan pertempuran, Kota Kabul banyak tempat bersejarah dfi sana rusak. namun segera dipulihkan dan dibangun kembali.Berbagai tempat tersebut jejaknya masih dapat disaksikan wisatawan. Berikut di antaranya.

    1. Masjid Biru

    Masjid yang berlokasi di Mazar I Sharif, Afghanistan, ini dibangun pada masa Sultan Ahmad Sanjar, penguasa Dinasti Seljuk. Masjid ini pernah rusak parah ketika agresi Genghis Khan ke wilayah ini pada sekitar 1220 M.

    Pada abad ke-15 Masehi, Sultan Husayin Mirza Bayqarah merenovasinya dengan arsitektur yang menawan dan khas warna biru. Sejumlah tokoh dimakamkan di kompleks masjid ini, salah satunya Ali bin Abi Thalib. Selain di sini, makamnya juga diklaim berada di kawasan Najf, Irak.

    2. Herat Citadel

    Herat Citadel juga dikenal sebagai Benteng Alexander ini terletak di pusat Herat, Afghanistan. Benteng ini sudah ada sejak tahun 330 sebelum masehi, ketika Alexander Agung dan tentaranya sampai ke Afghanistan. Banyak kerajaan yang menggunakannya sebagai markas dalam 2.000 tahun terakhir.

    Meski sempat hancur, benteng ini dibangun kembali berkali-kali selama berabad-abad. Benteng bersejarah ini hampir dibongkar pada tahun 1950an. Namun dipulihkan oleh UNESCO antara tahun 1976-1979.

    3. Museum Nasional Afghanistan

    Museum ini juga dikenal dengan nama Museum Kabul. Bangunannya dua lantai, terletak 9 kilometer di sebelah barat daya pusat Kota Kabul. Museum ini mengalami perluasan besar menurut standar internasional pada 2014.

    Kini tamannya jadi lebih luas agar pengunjung dapat leluasa bersantai dan berjalan-jalan.

    Museum ini dulunya berisi 100 ribu koleksi yang berumur ribuan tahun. Namun sekitar 70 persen koleksi itu dijarah pada waktu perang sipil tahun 1992.

    Sejak tahun 2007, sejumlah organisasi internasional membantu memulihkan lebih dari 8.000 artefak. Koleksi yang terbaru adalah patung batu gamping dari Jerman.

    4. Masjid Pulkishti

    Masjid ini adalah masjid terbesar yang terletak di pusat Kota Kabul, Afghanistan. Masjid ini konon pembangunannya dilakukan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdurrahman bin Samrah, pada 41 Hijriah ketika menyerang Dinasti Sassanid.

    Masjid ini direnovasi oleh Raja Muhammad Zhahir Syah pada 1960. Akibat perang yang melanda Afghanistan, masjid ini mengalami sejumlah kerusakan.

    BERBAGAI SUMBER

    Berita lain: Parangtritis Dikembangkan jadi Wisata Malam Pantai ala Jimbaran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.