Kawasan Mangrove Pekalongan Dikembangkan Menjadi Wisata Kuliner

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI AD dari Kodim 0710 Pekalongan menanam pohon mangrove di Kandang Panjang, Pekalongan, Jawa Tengah, 25 September 2015. Kegiatan menanam 500 pohon mangrove itu untuk memberi contoh kepada masyarakat agar menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar mereka. ANTARA/Pradita Utama

    Prajurit TNI AD dari Kodim 0710 Pekalongan menanam pohon mangrove di Kandang Panjang, Pekalongan, Jawa Tengah, 25 September 2015. Kegiatan menanam 500 pohon mangrove itu untuk memberi contoh kepada masyarakat agar menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar mereka. ANTARA/Pradita Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, siap mengembangkan kawasan wisata mangrove di Pantai Pasirsari, Kelurahan Kandang Panjang, menjadi kompleks wisata kuliner.

    Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz di Pekalongan mengatakan saat ini di kawasan wisata mangrove itu pengunjung kesulitan membeli makanan karena tidak ada yang berjualan. "Di kawasan wisata mangrove masih sepi, bahkan untuk sekadar mencari makan maupun minuman saja juga sulit," kata dia, Sabtu, 27/1.

    Jika tidak ada investor yang berminat, kata dia, pemerintah akan mengambilalih pengembangan wisata kuliner di lokasi tersebut. "Nantinya akan dibangun seperti kampung apung di Semarang," kata dia.

    Saelany melihat kawasan wisata mangrove memiliki potensi dan prospek yang bagus untuk dijadikan tempat wisata kuliner. Oleh karena itu rencana ini akan segera diwujudkan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.