Kota Tua Siapkan 3 Teleskop Sambut Supermoon dan Gerhana Bulan

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menyaksikan pertunjukkan video mapping pada pembukaan Fiesta Fatahillah di Taman Fatahillah, Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat (13/3) malam. Fiesta Fatahillah merupakan acara seni dan budaya untuk merayakan dimulainya program revitalisasi Kota Tua Jakarta. ANTARA/Dhoni Setiawan

    Sejumlah warga menyaksikan pertunjukkan video mapping pada pembukaan Fiesta Fatahillah di Taman Fatahillah, Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat (13/3) malam. Fiesta Fatahillah merupakan acara seni dan budaya untuk merayakan dimulainya program revitalisasi Kota Tua Jakarta. ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa tempat wisata di Jakarta bersiap-siap menyambut fenomena supermoon dan gerhana bulan total pada Rabu, 31 Januari 2018. Salah satunya di kawasan wisata Kota Tua.

    Kegiatan pengamatan supermoon dan gerhana bulan total ini akan berlangsung di Taman Fatahillah. "Ada tiga teropong dari komunitas astronomi yang akan kami sediakan, masih diupayakan untuk bisa ditambah lagi," kata Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua, Norviadi S. Husodo, melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 27 Januari 2018.

    Baca juga: 7 Tempat Wisata Jakarta untuk Melihat Supermoon dan Gerhana Bulan

    Teropong dari komunitas Abuyahya Observatory itu akan dipasang di teras Museum Sejarah Jakarta. Kegiatan ini gratis. Norvi mengatakan pihaknya juga sedang mencari solusi agar pengamatan bulan bisa disiarkan dari teropong ke layar lebar.

    Selain di Kota Tua, enam tempat wisata di Jakarta menyediakan sarana melihat gerhana bulan total dan juga purnama ini. Yaitu di Planetarium dan Observatorium Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Monas, Taman Mini Indonesia Indah, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Ancol, dan Kepulauan Seribu.

    Kepala Satuan Pelaksana Teknis Pertunjukan dan Publikasi Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta-Taman Ismail Marzuki, Eko Wahyu Wibowo, menjelaskan supermoon adalah peristiwa posisi bulan yang jaraknya dekat dengan bumi sehingga tampak lebih besar dan lebih terang.

    Sedangkan gerhana bulan total; posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar. Jadi sinar matahari yang jatuh ke bulan, sesaat tertutup bumi. "Fenomena bulan pada 31 Januari 2018 dapat diamati di seluruh Indonesia," kata Eko melalui pesan WhatsApp, Rabu, 24 Januari 2018.

    Dia mengatakan masyarakat bisa melihat purnama dan gerhana bulan total di tempat terbuka. Terutama daerah yang curah hujannya rendah agar bulan tidak tertutup awan dan cuacanya cerah. Seperti di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.