Sensasi Durian Unggulan di Kampung Durian Slumbung Kediri

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Seorang pengunjung berfoto bersama durian warna-warni di kompleks kampung durian, Slumbung, Kediri. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Seorang pengunjung berfoto bersama durian warna-warni di kompleks kampung durian, Slumbung, Kediri. Tempo/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Kediri - Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri membuka destinasi baru berkonsep Kampung Durian di lereng Gunung Kelud, Dusun Slumbung, Kediri. Tentu ini berita baik bagi penggemar buah yang punya alias “sang raja” itu.

    “Kampung Durian akan diresmikan pada Februari 2018,” tutur Mulyono, Kepala Dusun Slumbung, saat ditemui di Slumbung, Kediri, Senin, 22 Januari 2018.

    Baca juga: Tiga Olahan Durian Tak Terlupakan dari Kediri

    Di Kampung Durian, pengunjung bakal menikmati sensasi makan buah durian sambil diterpa hawa dingin Gunung Kelud. Tentu sambil menyaksikan panorama berupa barisan pegunungan dan hijau pepohonan di kanan dan kirinya.

    Durian yang disajikan di kampung durian ini berjenis Slumbung. Durian Slumbung adalah varietas unggulan masyarakat setempat. “Meski ada varietas lain, durian ini punya rasa paling enak,” kata Mulyono.

    Durian Slumbung, dalam kontes durian di Kediri, menyabet juara kedua. Bersaing ketat dengan durian Semoyo, yang menjadi primadona kabupaten penghasil durian terbesar di Nusantara itu.

    Kampung Durian dibangun di lahan seluas 1 hektare. Di sana, pengunjung bisa menikmati durian Slumbung sampai puas. Harganya dibanderol mulai Rp 10 ribu. Paling mahal Rp 100 ribu.

    Selain menyantap durian dan macam-macam olahannya, pengunjung dapat melihat langsung pohon durian. Juga belajar mengenai cara merawat, memupuk, dan memanen buahnya. Obyek wisata tersebut memang didesain menjadi ruang edukasi.Sepiring pancake durian yang dijual di Kampung Durian, Kediri, Jawa Timur. Tempo/Francisca Christy Rosana

    “Kami juga menyediakan bibit durian buat pengunjung yang ingin menanam di rumah,” ucap Mulyono.

    Pengunjung dikenai biaya retribusi Rp 5.000 untuk masuk ke kompleks wisata tersebut. Kalau tak ingin menyantap durian, mereka yang datang bisa sekadar berfoto. Sebab, disediakan spot-spot foto yang cukup menarik, seperti pohon dengan replika buah durian warna-warni.

    Untuk menuju Kampung Durian, pengunjung bisa naik jip dari loket masuk Gunung Kelud. Sebab, wilayah ini tercatat dalam kompleks wisata agro Kabupaten Kediri. Biayanya Rp 375 ribu, sudah termasuk off-road menuju puncak Kelud.

    Kalau ingin lebih praktis, pengunjung bisa menyewa mobil pribadi dari Kota Kediri. Biayanya mulai Rp 150 ribu per hari.

    Berita lain: Planetarium Jakarta Siapkan Fasilitas Gratis Nobar Gerhana Bulan dan Supermoon


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?