Jawa Timur Luncurkan 482 Agenda Wisata di Tahun 2018

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penonton berfoto bersama peserta Malang Flower Carnival (MFC) 2016 di Jl. Ijen, Malang, Jawa Timur 4 September 2016. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Seorang penonton berfoto bersama peserta Malang Flower Carnival (MFC) 2016 di Jl. Ijen, Malang, Jawa Timur 4 September 2016. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan 482 agenda budaya dan pariwisata yang digelar sepanjang 2018.

    "Sebanyak 482 kegiatan budaya dan pariwisata ini terdiri atas 108 festival dan 374 non-festival, yang penyelenggaraannya tersebar di 38 kabupaten dan kota, yang dimuat dalam Kalender Wisata Jatim 2018," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Jawa Timur Jarianto, dalam jumpa pers di Surabaya, Sabtu, 20 Januari 2018.

    Baca juga: Akhirnya Hanya 4 Bali Baru yang Menjadi Prioritas Indonesia

    Sepuluh kegiatan wisata dalam kalender itu dikuratori tim dari Kementerian Pariwisata, yaitu Jember Fashion Carnival, Banyuwangi Ethno Carnival, Yadnya Kasada dan Eksotika Bromo, Malang Flower Carnival, Kemilau Madura, Pasar Seni Lukis Indonesia, Gandrung Sewu, International Tour de Banyuwangi Ijen, Festival Keraton Nusantara, serta Festival Malang Kota Tua.

    "Sebanyak 10 kegiatan yang dikuratori langsung tim Kementerian Pariwisata ini masuk ke Top 100 Wonderful Event 2018," kata Jarianto.

    Pemerintah Jawa Timur juga telah merangkum ratusan kegiatan budaya dan pariwisata menjadi Top 50 East Java Event.

    Menurut Jarianto, agenda wisata yang masuk Top 50 East Java Event ini memiliki keunikan. Dia yakin seluruh kegiatan budaya dan pariwisata dalam Kalender Wisata Jatim 2018 dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya dari mancanegara, ke Jawa Timur.

    "Sepanjang tahun 2017, kami mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur berjumlah sekitar 58 juta orang. Kami berharap kunjungan wisatawan mancanegara pada 2018 ini bisa meningkat," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.