Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Menikmati Panorama Danau Maninjau 360 Derajat dari Ketinggian

image-gnews
Pemandangan Danau Maninjau dari Puncak Lawang, Agam, Sumatera Barat. Tempo/Francisca Christy Rosana
Pemandangan Danau Maninjau dari Puncak Lawang, Agam, Sumatera Barat. Tempo/Francisca Christy Rosana
Iklan

TEMPO.CO, Agam -Inilah negeri atas awan di sisi barat Sumatera Barat: Puncak Lawang. Ketinggiannya 1.210 meter di atas permukaan laut. Dari hampir semua sisi di Puncak Lawang ini pengunjung bisa menyaksikan Danau Maninjau secara 360 derajat nun jauh di bawah sana.

Baca juga: Paket Wisata Unik di Pesisir Selatan, Menunggu Buah Durian Jatuh

Puncak Lwang ditumbuhi pohon pinus dan tanaman paku-pakuan. Bukit tersebut terhitung sebagai daratan paling tinggi di Kabupaten Agam. Dari sini Danau Maninjau terlihat utuh dari seluruh arah mata angin.

Bahkan, perkampungan di tepi danau Maninjau yang merupakan hulu Sungai Batang Sri Antokan tersebut terlihat jelas. Keseluruhannya menyerupai lukisan.

Di perkampungan itu, berdiri sebuah bangunan cukup besar. Atapnya seperti tanduk kerbau, khas arsitektur Minangkabau. Rumah itu terlihat paling menonjol di antara rumah-rumah lainnya.

Kiki Asmara, 28 tahun, penduduk asli Sumatera Barat, kepada Tempo, mengatakan rumah itu merupakan kediaman Buya Hamka—ulama dan sastrawan Indonesia yang melahirkan karya Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.

“Rumah tersebut sekarang jadi museum. Letaknya tepat di pinggir Danau Maninjau,” tutur Kiki, Desember lalu.

Pemandangan mempesona itu jadi alasan utama pengunjung untuk menikmati eksotisme danau dari puncak bukit. Bagaimana tidak, kabut yang turun dan lanskap awan-gemawan di atas danau menyuguhkan panorama yang dioramatik.

Puncak Lawang terletak 110 kilometer di sisi utara Kota Padang. Kalau menggunakan kendaraan pribadi, tempat ini bisa ditempuh dalam waktu 3 jam. Jalurnya melewati Jalan Lintas Sumatera menuju arah Bukittinggi. Sebelum sampai di Bukittinggi, anda akan menemui Simpang 4 Padang Lua.Sejumlah pengunjung tengah bersantai di Puncak Lawang, Agam, Sumatera Barat. Tempo/Francisca Christy Rosana

Dari persimpangan itu, Anda harus belok ke kiri, menuju Jalan Padang Lua-Maninjau. Inilah jalan utama menuju Puncak Lawang. Jalurnya sempit dan berkelok-kelok. Jalur ini dinamakan Kelok 44 atau Kelok Ampek Puluh Ampek.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Memang berpotensi membikin mabuk darat. Namun pemandangan yang tersaji di kanan-kirinya sangat indah. Ada persawahan luas membentang yang tertata rapi dengan terasering berundak-undak seperti di Tegalalang, Bali.

Ada juga pertunjukan kerbau penggiling tebu di tempat kilang-kilang tebu tradisional.

Sesampainya di Puncak Lawang, pengunjung perlu berjalan kaki menaiki anak tangga menuju atas bukit. Tak terlalu tinggi, tapi lumayan membuat lelah lantaran cukup terjal.

Kalau akhir pekan, Puncak Lawang jadi primadona wisata, baik bagi masyarakat setempat maupun turis dari luar Sumatera Barat. Pengunjung yang datang biasanya bergerombol, membawa serta keluarganya. Mereka akan menggelar tikar di atas rerumputan, di antara pohon pinus, sambil memandangi indahnya Danau Maninjau.

Tiket masuk ke Puncak Lawang dibanderol Rp 10 ribu per orang. Fasilitas yang tersedia di sana cukup lengkap, mulai parkir yang luas, toilet, sarana permainan outdoor, dan penjaja oleh-oleh serta makanan yang komplet.

Berita lain: 

Bunga Sakura Mekar Bulan Maret, Ini Tip Menikmati Keindahannya di Jepang

Cara Hemat Menikmati Keindahan dan Pesona Gili Trawangan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Tiga Rekomendasi Destinasi Wisata Religi Kota Padang

8 Juni 2023

Pengunjung berjalan di pedestrian halaman Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar), di Padang, Rabu 13 April 2022. Masjid yang meraih penghargaan sebagai masjid dengan desain arsitektur terbaik di dunia dalam kompetisi Arsitektur Masjid Abdullatif Al Fozan tahun 2021 itu, ramai dikunjungi selama bulan ramadhan untuk beribadah sekaligus berwisata karena merupakan ikon wisata religi di kota itu.  ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Tiga Rekomendasi Destinasi Wisata Religi Kota Padang

Kota Padang memiliki sejumlah objek wisata religi berupa masjid yang menarik.


Menjelajahi Destinasi Wisata di Sumatera Barat, Dari Batu Malin Kundang Hingga Jam Gadang

6 Mei 2023

Kawasan wisata air terjun Lembah Anai, Sumatera Barat, (15/12). TEMPO/Febrianti
Menjelajahi Destinasi Wisata di Sumatera Barat, Dari Batu Malin Kundang Hingga Jam Gadang

Sumatera Barat menawarkan beragam objek wisata menarik, mulai dari alam hingga sejarah sehingga banyak dikunjungi wisatawan.


Saat PKL di Sekitar Jam Gadang Wajib Pakai Baju Adat Minangkabau

1 Februari 2023

Pedagang di Kota Bukittinggi menggunakan pakaian adat sesuai arahan Wali Kota Erman Safar untuk menambah ketertarikan wisatawan. Dok. Antara
Saat PKL di Sekitar Jam Gadang Wajib Pakai Baju Adat Minangkabau

Di kawasan Jam Gadang, ada sekitar 490 PKL yang berjualan di sejumlah titik.


Promosi Wisata Sumatera Barat: Budaya Nan Khas, Makanan Nan Lamak, Alam Nan Indah

1 Februari 2023

ilustrasi visi west sumatera. Dok kemenparekraf
Promosi Wisata Sumatera Barat: Budaya Nan Khas, Makanan Nan Lamak, Alam Nan Indah

Ada 85 event yang akan berlangsung sepanjang tahun 2023 di 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat.


Mencicip Lezatnya Gulai Sabo Hingga Panggang Pacak di Jelajah Kuliner Pasaman Barat

6 Januari 2023

Ketupat Gulai Hiu, salah satu kuliner khas Pasaman Barat. (ANTARA/Miko Elfisha)
Mencicip Lezatnya Gulai Sabo Hingga Panggang Pacak di Jelajah Kuliner Pasaman Barat

Wisatawan dapat mencicip sejumlah kuliner yang memang hanya bisa ditemukan di Kabupaten Pasaman Barat.


Melihat Wajah Baru Kota Tua Padang dan Jembatan Siti Nurbaya Setelah Dipercantik

10 November 2022

Kawasan Kota Tua di Padang. Dok. Dulux
Melihat Wajah Baru Kota Tua Padang dan Jembatan Siti Nurbaya Setelah Dipercantik

Wajah baru dua ikon wisata Kota Padang itu pun diresmikan bertepatan dengan Hari Pahlawan.


Hari Ini Kota Padang Ulang Tahun ke 353, Berikut 8 Keunikannya

7 Agustus 2022

Warga melintas di depan Masjid Asasi di Nagari Gunung, Kota Padangpanjang, Sumatera Barat. ANTARA
Hari Ini Kota Padang Ulang Tahun ke 353, Berikut 8 Keunikannya

Rumah Makan Padang yang dapat dijumpai di penjuru daerah di Indonesia malahan tak akan ditemui di kotanya sendiri, Kota Padang.


6 Tempat Wisata di Sumatera Barat yang Bisa Dikunjungi Saat Libur Lebaran

25 April 2022

Jembatan Layang Kelok Sembilan adalah ruas jalan berkelok yang terletak sekitar 30 km sebelah timur dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat menuju Provinsi Riau.  Sabtu, 3 Januari 2015. TEMPO/Riyan Nofitra.
6 Tempat Wisata di Sumatera Barat yang Bisa Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Libur Lebaran kurang lengkap jika tak diisi dengan berwisata bersama keluarga ke tempat wisata yang menarik.


PT KAI Akan Reaktivasi Kereta Api Sawahlunto, Target Selesai Oktober

25 Februari 2022

Terowongan kereta api non aktif Lubang Kalam yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1922 menembus bukit sepanjang 835 meter, di Sawahlunto, Sumatera Barat, 5 September 2017. TEMPO/Imam Sukamto
PT KAI Akan Reaktivasi Kereta Api Sawahlunto, Target Selesai Oktober

Pengaktifan kembali jalur kereta api Sawahlunto oleh PT KAI ini diharapkan bisa mendorong roda wisata.


Cegah Varian Omicron, Perayaan dan Bazar Cap Go Meh di Padang Dibatalkan

24 Januari 2022

Warga keturunan Tionghoa menggotong
Cegah Varian Omicron, Perayaan dan Bazar Cap Go Meh di Padang Dibatalkan

Selain Cap Go Meh, pada Januari 2022 dijadwalkan sejumlah kegiatan, di antaranya Pentas Seni Anak Nagari dan Pasar Van Der Capellen.