Rabu, 23 Mei 2018

Langka Penari Bertinggi Badan Ideal, Bojonegoro Gelar Audisi

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertunjukan seni tradisional Sandur dari Bojonegoro. youtube.com

    Pertunjukan seni tradisional Sandur dari Bojonegoro. youtube.com

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Jawa Timur, kelimpungan mencari penari perempuan dengan tinggi badan ideal, yakni sekitar 160 sentimeter. Pemerintah setempat akan menggelar audisi penari, yang dipersiapkan untuk tampil di berbagai kegiatan, termasuk dalam festival tari.

    "Di setiap audisi, penari yang kami dapatkan tingginya rata-rata 1,55 meter," kata Koreografer Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Deny Ike Kirmayanti, di Bojonegoro, Kamis, 18 Januari 2018. Dalam audisi 2018 itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memang mensyaratkan tinggi badan penari minimal 1,55 meter.

    Menurut Deny, penari dengan tinggi badan 1,60 meter akan sangat ideal dan bisa tampil maksimal dalam setiap kesempatan. “Apalagi jika didukung dengan kemampuan tari yang bagus,” ujarnya.

    Namun kenyataannya, kata dia, jika ada yang tingginya 1,60 meter, kemampuan menarinya tidak bagus atau sama sekali tidak bisa menari.

    Selain penari ideal, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga kesulitan mendapatkan seniman yang mampu menguasai musik pentatonik dan diatonik sekaligus."Seniman yang ada hanya menguasai musik diatonik saja atau pentatonik saja. Akhirnya, kami kesulitan mengembangkan karya tari,” ucapnya.

    Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan melakukan audisi penari yang dipersiapkan untuk berbagai kegiatan. Tahap I digelar pada 22 Januari-2 Februari, tahap II 5-15 Februari, dan tahap III pada 22 Februari.

    "Peserta yang diterima akan menjalani karantina dan nantinya dipilih 10 penari terbaik yang dipersiapkan untuk berbagai kegiatan," tuturnya.

    ANTARA

    Berita lain:

    Durian Waluh dan Otak Udang Andalan Kotawaringin Timur

    Pulau Galang dan Pulau Rempang Bakal Jadi Kawasan Wisata


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.