Jumat, 23 Februari 2018

Tari Pendet Disabilitas di Bali Raih Rekor Muri

Reporter:

Antara

Editor:

Rezki Alvionitasari

Minggu, 14 Januari 2018 14:05 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tari Pendet Disabilitas di Bali Raih Rekor Muri

    Sejumlah peserta flashmob melakukan tari Pendet asal Bali di Museum Nasional, Jakarta, 23 April 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Singaraja - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Bali mencatat rekor di Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk tari pendet disabilitas massal terbanyak yang baru pertama kali dilaksanakan.

    "Sebanyak 130 penari tampil dengan sangat memukau. Mereka (penari disabilitas) merupakan binaan mahasiswa kami dari Fakultas Ilmu Pendidikan bekerja sama dengan pelatih tari," kata Rektor Undiksha, I Nyoman Jampel, di Singaraja, Minggu, 14 Januari 2018.

    Baca juga: Seniman Bali Protes Klaim Malaysia atas Tari Pendet

    Jampel mengatakan anak berkebutuhan khusus adalah aset yang sama nilainya dengan anak-anak pada umumnya. Menurut dia, anak berkebutuhan khusus harus diberikan kedudukan yang sama. Dalam bidang pendidikan pun harus dilibatkan dalam berbagai jenis program, baik seni maupun pendidikan.

    "Dengan berkesenian, anak berkebutuhan khusus merasakan nilai positif yang tertinggi, yaitu kebahagiaan. Mereka akan merasakan hidupnya tetap berarti dan diperlukan sehingga semangat menjalani kehidupan dapat terus dilalui meskipun dengan berbagai keterbatasan," kata Jampal.

    Koordinator Muri Tari Pendet massal, Made Agus Dharmadi mengatakan para penari disabilitas dilatih secara intensif bersama sejumlah instruktur yang berpengalaman.

    Para penari ketika melakukan gerakan dituntun oleh satu orang derigen yang memperagakan beberapa jenis gerakan sebagai simbol beberapa bagian tari.

    "Kami lumayan bekerja keras agar mereka paham beberapa gerakan tari pendet. Selain untuk Muri, kami juga meneliti dalam hal pendidikan disabilitasnya," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.