Rabu, 23 Mei 2018

Hutan Kota Kediri, Menyulap Wajah Kawasan yang Semula Suram

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menikmati kerindangan hutan kota Kediri. Tempo/Hari Tri Warsono

    Warga menikmati kerindangan hutan kota Kediri. Tempo/Hari Tri Warsono

    TEMPO.CO, Kediri - Kediri tengah membangun hutan kota seluas tiga hektare tepat di jantung kota. Meski berada di tengah keramaian, kawasan ini dikenal rindang karena kondisi tanahnya yang subur.

    Baca juga: Semarang Bertekad Mempertahankan 13 Hutan Kota

    Hutan kota ini dikembangkan pemerintah setempat di area Stadion Brawijaya yang menjadi markas tim kesebelasan Persik Kediri. Di kawasan ini memang banyak tanaman besar yang memiliki akar kuat dan rindang.

    “Potensi inilah yang melahirkan ide membangun hutan kota,” kata Apip Permana, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Kediri, kepada Tempo, Sabtu, 13 Januari 2018.

    Infografis: Trotoar-Trotoar yang Layak Jadi Tempat Selfie dan Instagram

    Pengembangan hutan kota ini mendapat dukungan masyarakat. Pemerintah melengkapinya dengan membangun akses jalan yang menyusuri kerumunan batang pohon.

    Sejumlah titik direka agar menarik untuk berswafoto. Beberapa bangku dibuat dari akar pohon yang bertebaran di sepanjang jalur pejalan kaki.

    Meski belum sepenuhnya rampung, kawasan ini sudah menyedot kunjungan masyarakat. Memasuki kawasan ini benar-benar seperti terlempar ke puncak gunung yang jauh dari keramaian kota.

    Udara yang berembus pun cukup bersih dan segar. Padahal lokasinya hanya sepelemparan batu dari jalan raya.

    Nantinya juga ada arena bermain anak-anak dan olahraga. Sedangkan tempat ibadah sudah tersedia dengan arsitektur menarik menyerupai rumah siput.

    Kebanyakan warga berkunjung pada siang hari saat matahari berada di atas kepala. Tak sedikit pengendara memarkir sepeda motornya dan memilih beristirahat di hutan kota. “Setiap pulang sekolah anak saya selalu minta mampir ke sini,” kata Andika Dwi, warga Kelurahan Semampir.

    Ayah dua anak ini mengapresiasi pembangunan hutan kota tersebut karena memberi wajah baru kawasan yang semula kotor.

    Selain mereka yang ingin rehat sejenak di sana, tak sedikit anak muda menjelajahi hutan kota dengan membawa kamera. Hasil karya foto mereka banyak ditayangkan di akun media sosial, dan beberapa di antaranya sempat menjadi viral. Hutan kota pun kian dikenal.

    HARI TRI WASONO (KEDIRI)

    Berita Lain:
    Terumbu Karang Labuan Bajo Dilaporkan Mengalami Kerusakan
    Meresapi Keheningan di Pulau Tak Berpenghuni di Kenawa
    Oleh-oleh Murah di Labuan Bajo: Kopi Juria hingga Kue ala Bugis


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.