Minggu, 19 Agustus 2018

Misi Seven Summits, Pendaki Mapala UI Capai Puncak Vinson Massif

Reporter:
Editor:

Pruwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Vinson Massif Via indonesia7summits.com

    Gunung Vinson Massif Via indonesia7summits.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Pendaki Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia berhasil mencapai puncak Vinson Massif (4.987 mdpl), 6 Januari 2018, pukul 16.30 waktu Cile (7 Januari, pukul 02.30 WIB). Di dalam tim ini terdapat juga Dedi Satria (M-737-UI) yang mencapai puncak ke-6 dalam rangkaian Seven Summits.

    Baca juga: Ekspedisi Menaklukan 7 Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia dalam 100 Hari

    Manajer Tim Pendakian Vinson Massif Ade Wahyudi (M-713-UI) dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 8 Januari 2018 menyebutkan anggotanya Dedi Satria (M-737-UI) sebagai wakil pendaki Mapala UI telah menyelesaikan puncak ke-6 dalam upaya melanjutkan pendakian Seven Summits dunia.

    Manajer Tim Pendakian VinsonMassifAdeWahyudi (M-713-UI) dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 8 Januari 2018 menyebutkan tim mendaki selama lima hariuntk mencapai puncak VinsonMassif yang berada di Antartika.

    "Pencapaian yang luar biasa. Telah lama kami menanti dan mempersiapkan untuk menggapai puncak ini. Akhirnya kami dapat mencapai puncak ke-6 dalam rangkaian Seven Summits, puncak di benua paling dingin," ujar Ade Wahyudi.

    Pendakian Vinson Massif ini dipersiapkan sejak Februari tahun lalu. Mereka berangkat pada 25 Desember 2017 pukul 19.00 dan mendarat di Punta Arenas Cile pada 26 Desember 2017.

    Cuaca yang tak mendukung membuat penerbangan mereka ke Antartika tertunda. Para pendaki itu baru berangkat pada 1 Januari 2018.  Pendakian pun dimulai sehari kemudian, 2 Januari 2018.

    Cuaca yang baik membuat mereka sampai di low camp pada hari pertama kurang dari lima jam.  "Perjalanan dari base camp sampai low camp ini memakan waktu selama kurang lebih 4 jam 30 menit," kata Ade.

    Kemudian pada 3 Januari 2018, tim menetap di low camp sambil berlatih kembali mengenai cara berpindah menggunakan fixed rope.

    Baru pada 4 Januari 2018, tim melanjutkan perjalanan ke high camp dan menetap selama dua hari untuk beristirahat dan bersiap melakukan summit (perjalanan ke puncak) pada 6 Januari 2018. "Akhirnya, pada 6 Januari, tim berhasil mencapai puncak Vinson Massif, titik tertinggi di Antartika," katanya.

    Sebelumnya, Dedi telah berhasil mencapai Puncak Carstensz (Indonesia) bersama anggota Mapala UI lainnya, yaitu Mahendratta S. (M-554-UI), Fandhi Achmad (M-658-UI), dan Ahmad Nadil (M-912-UI) pada Mei 2016.

    Tidak lama berselang, tepatnya pada September 2016, Dedi mencapai Puncak Elbrus (Rusia) bersama Fandhi dan Ade Wahyudi (M-713-UI).

    Kemudian pada Februari 2017, Dedi serta Agam Napitupulu (M-183-UI) berhasil mencapai puncak Aconcagua (Argentina).

    Mapala UI telah mengadakan ekspedisi Seven Summits dunia yang merupakan pelopor pendakian Seven Summits dunia di Indonesia. Pada 1972, tim pendaki Mapala UI menjadi tim pertama yang menginjakkan kaki di Puncak Carstensz, yaitu puncak tertinggi di kawasan Australasia.

    Selama beberapa tahun berikutnya, empat puncak lain berhasil dicapai oleh tim Mapala UI, yaitu puncak Kilimanjaro (1983), McKinley (1989), Elbrus (1990), dan Aconcagua (1993). Puncak Vinson Massif dan Everest belum pernah dijangkau. Dalam perjalanan mencapai Seven Summits ini pendaki utama mereka Norman Edwin dan Didiek Samsu meninggal dunia dalam upaya mencapai Aconcagua pada 1992.

    "Setelah lama tidak melanjutkan upaya pendakian seven summits, Mapala UI pada akhir 2017 mengirimkan salah satu pendakinya, Dedi Satria, ke Vinson Massif, puncak tertinggi Antartika. Ketika kami dapat kabar Dedi telah mencapai puncak Vinson, rasa bangga dan semangat kami terangkat kembali," ujar Ketua Mapala UI, Yohanes Poda (M-954-UI).

    Ke depan Mapala UI ingin melanjutkan pendakian hingga mencapai Everest, puncak tertinggi dunia, sehingga agenda Seven Summits Mapala UI dapat terselesaikan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.