Kamis, 15 November 2018

Hadi Tjahjanto dan Museum Dirgantara Terbesar di Asia Tengggara

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penerbang terakhir pesawat Hawk MK 53, Letkol Marda Sarjono mengusap badan pesawat sebagai tanda perpisahan di Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala, Yogyakarta, 22 Agustus 2015. ANTARA FOTO

    Penerbang terakhir pesawat Hawk MK 53, Letkol Marda Sarjono mengusap badan pesawat sebagai tanda perpisahan di Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala, Yogyakarta, 22 Agustus 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan Museum Pusat Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta ditargetkan menjadi museum dirgantara terbesar dirgantara di Asia Tenggara.

    "Saya harapkan museum ini menjadi tujuan utama wisata pendidikan,” kata Hadi Tjahjanto usai meresmikan empat helikopter dan satu pesawat legendaris TNI AU sebagai koleksi baru Muspusdirla, di Yogyakarta, Minggu, 3/12.Calon Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Komisi I, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 6 Desember 2017. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Hadi Tjahjanto berharap Museum dapat digunakan sebagai penambah kesadaran rasa cinta tanah air. “Khususnya kaum remaja dan anak-anak generasi penerus bangsa.”

    Saat ini jumlah koleksi pesawat di Museum Dirgantara Mandala sekitar 50 pesawat. Maka dengan penambahan lima koleksi tersebut diharapkan akan menjadi yang yang terbesar di Asia Tenggara

    Lima armada TNI AU yang diresmikan sebagai koleksi baru Muspusdirla adalah pesawat Cessna 401, helikopter MIL MI-1, Bell 204 Iroquois, Bell 47G Soloy, dan S-58T Sikorsky (Twin Pack).

    Kasau mentargetkan Museum Dirgantara Mandala dapat mengkoleksi kekuatan udara TNI Angkatan Udara mulai era 1960, 1970, 1980-an. Selain sebagai media pendidikan sejarah kedirgantaraan Indonesia, Museum ini juga bisa menjadi inspirasi membangun kekuatan udara Republik Indonesia yang besar, kuat, dan profesional layaknya di era 1960-an.Pesawat NU 200 Si Kumbang di Museum Pusat Dirgantara Mandala di Yogyakarta, 17 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Peresmian lima pesawat sebagai koleksi baru museum tersebut mendapat apresiasi MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia). Tepatnya, Muspusdirla TNI Angkatan Udara mendapat Rekor Pemrakarsa Museum dengan Koleksi Monumen Pesawat Terbanyak. Penghargaan diserahkan pendiri MURI Jaya Suprana kepada Kasau Hadi Tjahjanto.

    Kasau mengatakan rekor MURI itu merupakan apresiasi terhadap perjuangan para senior yang telah membangun Angkatan Udara. Rekor MURI ini didediksikan untuk seluruh prajurit Angkatan Udara di Indonesia.

    Pada peresmian monumen pesawat tersebut, Kasau Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi para sesepuh dan senior TNI AU sebagai pelaku sejarah yang telah membawa pesawat-pesawat mengarungi Samudera Pasifik ke Indonesia. Mereka juga telah mengoperasikannya untuk menjaga kedaulatan negara dari udara.

    ANTARA

    Berita Lain:
    Lewat Tol Soroja, Kawasan Wisata Bandung Selatan Ini Jadi Lebih Dekat 

    100 Ton Ikan Mati, Bau Tak Sedap Merebak dari Danau Maninjau

    Agenda Tahun Baru Bangka Belitung: Jazz on the Bridge
    Libur Akhir Tahun, 5 Tip Cermat Memilih Agen Perjalanan
    5 Langkah Memilih Buah Durian Enak


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.