Minggu, 19 Agustus 2018

Gamelan dan Tarian Nusantara Berhasil Menikat Warga Suzdal Rusia

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 24 warga negara Inggris pencinta alat musik Gamelan belajar mendalami alunan musik Tradisional Gamelan di Pendopo ISI Solo, Jawa Tengah, 21 Agustus 2017. Mereka juga akan mengikuti pendidikan resmi Kesenian Gamelan di ISI Solo. Tempo/Bram Selo Agung

    24 warga negara Inggris pencinta alat musik Gamelan belajar mendalami alunan musik Tradisional Gamelan di Pendopo ISI Solo, Jawa Tengah, 21 Agustus 2017. Mereka juga akan mengikuti pendidikan resmi Kesenian Gamelan di ISI Solo. Tempo/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, London- Pertunjukkan gamelan dan tarian Nusantara  berhasil memukau warga Suzdal, Rusia, di Museum Vladimir & Suzdal, kota Suzdal. Pertunjukkan itu diadakan guna memeriahkan acara Hari Budaya Indonesia, Sabtu, 2/12 lalu.

    Suzdal adalah salah satu kota Golden Ring Rusia, berjarak sekitar 270 km dari Moskow. Kota setingkat kabupaten INI dalam setahun mampu menarik lebih dari 1 juta wisatawan dalam dan luar negeri.

    Dalam pertunjukan itu, komposisi gamelan dibawakan warga Rusia sedangkan tarian-tarian diperagakn Tim Kesenian KBRI Moskow. Kelompok gamelan Dadali dan penari "Kirana Nusantara Dance" yang beraksi i panggung saat itu adalah bimbingan Tri Koyo, pelatih gamelan dan Elisabeth Nur Nilasari, pelatih tari KBRI Moskow/

    Menurut Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow,Enjay Diana sebagian besar anggota tim kesenian tersebut merupakan warga Rusia pecinta budaya Indonesia.ILUSTRASI. Pentas Kelompok Gamelan Siswo Sukro asal London, Inggris saat acara Festival Kesenian Yogyakarta 29 di Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (9/8/2017) malam. Penampilan tersebut menjadi rangkaian tur grup tersebut ke Indonesia hasil program kerja sama KBRI London dan Kemendikbud RI. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

    Direktur Jenderal Museum Vladimir & Suzdal, Igor Konyshev mengatakan kehadiran tim kesenian KBRI Moskow yang dipimpin Dubes M. Wahid Supriyadi itu memberi kesan mendalam bagi masyarakat Suzdal. Kata dia, mereka mendapat kesempatan langka menikmati penampilan kesenian Indonesia yang beraneka ragam dan unik.

    Pertunjukan itu memang menampilkan beberapa komposisi klasik Jawa oleh kelompok gamelan. Adapun tarian tradisi yang dipertunjukkan adalah dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. ditutup dengan tarian Gemu Famire.

    Selama dua jam pengunjung tidak beranjak dari tempat duduknya sejak awal pertunjukan. Termasuk anak-anak yang dengan sigap langsung bergabung ikut menari di panggung di akhir pertunjukan.

    Rangkaian Hari Budaya Indonesia di kota Suzdal diawali dengan workshop tarian tradisional Indonesia dan gamelan oleh Darmawan Suparno, Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Moskow. Workshop diikuti siswa-siswi sekolah musik & tari di kota Suzdal.

    Para peserta tampak antusias mengikuti penjelasan maupun instruksi yang diberikan mengenai cara memainkan berbagai instrumen gamelan. Begitu juga dalam memperagakan tarian, seperti Randai dari Sumatera Barat.

    “Seusai workshop siswa-siswi seperti enggan meninggalkan ruangan dan asyik berdiskusi sambil mempraktekkan kembali gerakan Tari Randai yang mereka pelajari,” ujar Elisabeth Nur Nilasari, pelatih tari KBRI Moskow.Seorang siswa belajar memainkan musik dengan gamelan di Jakarta Intercultural School (JIS) Elementary, Jakarta, 2 November 2017. Tempo/Ilham Fikri

    Dubes Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi mengatakan penyelenggaraan Hari Budaya Indonesia di berbagai daerah di Rusia merupakan upaya kedutaan untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Rusia.  “Kedua negara telah memiliki hubungan baik di berbagai bidang kerja sama, mulai dari politik, ekonomi hingga sosial budaya, ujarnya,” kata dia.

    Menurut Wahid Supriyadi pemahaman yang semakin baik mengenai Indonesia oleh masyarakat Rusia turut mendorong terjadinya peningkatan people to people contact. Hal ini, antara lain, terlihat dari semakin meningkatnya jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia yang signifikan.

    Hingga September lalu wistawan Rusia ke Indonesia mencapai lebih dari 81 ribu, atau naik 52% dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Ini peningkatan tertinggi dibanding pertumbuhan jumlah wisatawan asing dari negara lain ke Indonesia.

    ANTARA

    Berita lain:

    Agenda Tahun Baru Bangka Belitung: Jazz On The Bridge

    Libur Akhir Tahun, 10 Hal Penting Sebelum Berburu Tiket Murah

    Libur Akhir Tahun, 5 Tip Cermat Memilih Agen Perjalanan
    5 Langkah Memilih Buah Durian Enak

    Festival Europalia, Tari Topeng Losari Memukau Paris


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.