Kamis, 15 November 2018

Sepekan Ini Ada Pameran Lukisan dan Keris di Kota Pekalongan

Reporter:
Editor:

Pruwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membersihkan kaca penyimpanan koleksi keris menjelang pembukaan secara resmi Museum Keris di Solo, Jawa Tengah, 24 Juli 2017. ANTARA/Maulana Surya

    Petugas membersihkan kaca penyimpanan koleksi keris menjelang pembukaan secara resmi Museum Keris di Solo, Jawa Tengah, 24 Juli 2017. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Pekalongan -Dewan Kesenian menggelar pameran lukisan, foto, dan keris di Gedung Gor Jetayu dan Taman Patiunus, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Berbagai lukisan, foto, dan keris yang dipamerkan ini diantaranya berasal dari Cirebon, Jawa Barat; dan Tuban, Jawa Timur.

    "Ada 57 lukisan, 46 foto, 32 lukisan anak, dan 86 keris dari komunitas 'Tojan Aji'," kata Ketua Dewan Kesenian Kota Pekalongan Harsana Ragil. Pameran akan berlangsung selama lima hari hingga 3 Desember 2017 mendatang.

    Penggemar dan penikmat seni dan budaya di Kota Pekalongan bisa ikut serta dalam berbagai lomba dan kegiatan yang diadakan oleh panitia. Ada lomba menggambar, lomba dayung, arak-arakan perahu hias, bedah keris suratman ruwatan kali loji, wayang golek dan lokakarya.

    Harsana menjelaskan, pameran diharapkan bisa mengangkat karya seni budaya seniman daerah. "Pameran seni rupa ini akan memberikan ruang bagi seniman dan budayawan untuk terus berkarya dan melestarikan budaya lokal yang semakin terancam dengan masuknya budaya asing," kata dia.

    Wali Kota Pekalongan M. Saelany Machfudz mengatakan pameran seni rupa menunjukkan eksistensi Dewan Kesenian Kota Pekalongan yang serius terhadap seni dan budaya.

    "Kami berharap kegiatan semacam ini terus dilakukan dan dikembangkan agar kesenian Kota Pekalongan semakin berkembang," katanya.

    Ia mengatakan Kota Pekalongan memiliki potensi yang luar biasa pada bidang kesenian dan kebudayaan yang mampu dan memiliki peluang cukup besar untuk menarik wisatawan berkunjung ke daerah.

    "Sebetulnya banyak kesenian dan kebudayan daerah yang dapat menarik wisatawan seperti 'event' Syawalan (lopis raksasa), sedekah laut, dan pekchun. Oleh karena, untuk mengembangkan dan melestarikan tradisi kebudayaan daerah perlu dukungan dari semua pihak," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.