Kamis, 16 Agustus 2018

Yang Sedang di Solo, Yuk Merapat ke Lereng Lawu Berburu Durian

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Musyawir

    ANTARA/Musyawir

    TEMPO.CO, Solo - Liburan akhir tahun 2017 sudah menjelang. Bagi anda yang mengagendakan untuk nglencer ke Solo dan sekitarnya, jangan lewatkan kesempatan berburu durian enak ke Karanganyar.

    "Desember besok merupakan puncak musim durian di Karanganyar," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar, Supramnaryo, Senin 27 November 2017. Pohon durian di beberapa kecamatan yang menjadi sentra produksi buah berduri itu sekarang tinggal menunggu waktu untuk panen.

    Baca juga:

    5 Langkah Memilih Buah Durian Enak

    Tip Aman Makan Durian

    Musim panen durian di Karanganyar sebenarnya telah dimulai sejak pertengahan November kemarin. Tetapi memang diperkirakan musim durian kali ini cukup panjang. "Kemungkinan bisa sampai akhir Januari," kata Supramnaryo. Namun, puncaknya memang di Bulan Desember.

    Saat ini durian sangat mudah ditemukan di beberapa kecamatan, seperti Jatipuro, Jumantono, Jumapolo, Matesih, Mojogedang hingga Kerjo yang berada di Lereng Gunung Lawu. Para pedagang memajang jualannya di pinggir-pinggir jalan. "Harganya juga tidak mahal karena berada di daerah penghasilnya langsung," kata dia.

    Musim durian di Karanganyar ini memang sangat ditunggu-tunggu. Selama dua tahun terakhir, para petani gagal panen lantaran curah hujan yang terlalu tinggi. "Sedangkan tahun ini kelihatannya benar-benar bagus."

    Salah satu warga Jatipuro, Mulato mengatakan banyak varietas durian berkembang di daerahnya. "Ada durian lokal hingga jenis montong," kata dia.

    Menurut Mulato, varietas lokal justru lebih banyak diburu para wisatawan. Meski dagingnya tipis, namun bau dan rasanya jauh lebih kuat dibanding jenis montong. "Kebanyakan, pohonnya merupakan peninggalan dari beberapa generasi."

    Di Jatipuro, kata Mulato, kebanyakan warga memiliki pohon durian. "Meski kadang cuma punya satu atau dua pohon," katanya. Hasil panenannya lalu dikumpulkan oleh pengepul dan dijual di pinggir-pinggir jalan desa. "Pembeli datang dari Solo, Semarang, Bandung hingga Jakarta."

    Kebanyakan pembeli memilih menikmati durian langsung di tempat penjualnya. Sebab, para penjual memberikan jaminan terhadap kualitas dagangannya. "Kalau tidak enak tidak perlu bayar," janji Mulato.

    ACHMAD RAFIQ (Karanganyar)

    Berita lain:

    Letusan Gunung Agung Mendapat Perhatian Besar di China


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kabinet Kerja Jokowi, 6 Menteri Nyaleg, 1 Mundur

    Asman Abnur dari PAN dan enam menteri Kabinet Kerja Jokowi mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif sejak KPU membuka pendaftaran.