Raja Keraton Surakarta Menanak Nasi dalam Rangkaian Acara Sekaten

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat menunggu puncak acara Sekaten di Masjid Agung Keraton Surakarta, 3 Januari 2015. Puncak Sekaten ditandai dengan keluarnya Gunungan yang terbuat dari sayur dan makanan tradisional. Tempo/Ahmad Rafiq

    Masyarakat menunggu puncak acara Sekaten di Masjid Agung Keraton Surakarta, 3 Januari 2015. Puncak Sekaten ditandai dengan keluarnya Gunungan yang terbuat dari sayur dan makanan tradisional. Tempo/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Solo - Upacara adat Sekaten yang digelar di Keraton Kasunanan Surakarta pada tahun ini lebih istimewa dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sewindu sekali, tiap Tahun Dal, Sekaten akan dilengkapi dengan acara menanak nasi atau adang sega yang dilakukan oleh raja.

    Baca juga: Gamelan Sekaten Solo akan Ditabuh Selama Sepekan Mulai Besok

    "Kebetulan tahun ini masuk Tahun Dal yang datang tiap sewindu sekali," kata Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta KGPH Dipokusumo, Rabu 22 November 2017. Jadi Keraton akan menyiapkan acara menanak nasi yang akan dilakukan oleh penguasa Keraton Kasunanan Surakarta, Paku Buwana XIII.

    Rangkaian acara Sekaten akan dimulai pada Jum'at besok, 24 November yang ditandai dengan ditabuhnya Gamelan Sekaten. Sedangkan puncak acara akan berlangsung Jum'at pekan depan, 1/12, dengan keluarnya gunungan sekaten.

    "Selanjutnya, pada 3 Desember baru akan digelar acara adang sega," kata Dipokusumo. Nasi itu akan dimasak menggunakan periuk khusus bernama Kyai Dudo. Periuk pusaka itu merupakan peninggalan dari Kerajaan Demak.

    Menurut Dipokusumo, beras yang dimasak mencapai 70 kilogram. Selanjutnya, nasi yang ditanak akan disuguhkan kepada kerabat keraton dan abdi dalem pada keesokan harinya.

    Prosesi tersebut menurutnya digelar berdasarkan legenda Jaka Tarub. Dalam cerita tersebut, Jaka Tarub mengasuh anaknya sendirian setelah istrinya, Dewi Nawangwulan yang merupakan bidadari kembali lagi ke kahyangan.

    "Cerita itu menunjukkan bahwa pria juga harus bisa melakukan pekerjaan dapur, termasuk memasak," katanya. Karena itu, acara adang sega itu akan dilakukan langsung oleh Paku Buwana sebagai pimpinan tertinggi di dalam keraton.

    AHMAD RAFIQ (Solo)

    Berita lain:

    Makanan Khas Mandailing Jadi Sajian Utama Resepsi Kahiyang Ayu

    Kahiyang Ayu Siregar Manortor Tanpa Didampingi Sang Suami


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.