Kenapa Warga Kota Satelit Lebih Suka Mengunjungi Rumah Si Pitung?

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melakukan selfie saat berkunjung untuk berlibir di Rumah Si pitung di kawasan Marunda, Jakarta Utara, 17 Juli 2015. Habiskan libur Lebaran, warga menyempatkan diri untuk mengunjungi cagar budaya Betawi tersebut. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Warga melakukan selfie saat berkunjung untuk berlibir di Rumah Si pitung di kawasan Marunda, Jakarta Utara, 17 Juli 2015. Habiskan libur Lebaran, warga menyempatkan diri untuk mengunjungi cagar budaya Betawi tersebut. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Si Pitung  tercatat sebagai museum kebaharian di Jakarta yang paling banyak dikunjungi dibandingkan dua museum lain. Museum ini terletak di Jalan Kampung Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara.

    Dua mesum kebaharian lain adalah Pulau Onrust dan Museum Bahari (di Penjaringan, Jakarta Utara). “Kalau akhir pekan bisa lebih 500 pengunjung (datang ke Rumah Si pitung)," kata Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Husnison Nizar di Jakarta, Senin, 20/11. Rata-rata dalam sebulan Rumah Si Pitung dikunungi hingga 3000 orang.

    Saat hari libur nasional atau libur sekolah, pengunjung sebagian besar datang dari kawasan luar Jakarta, seperti Bekasi, Karawang dan sekitarnya memadati Rumah Si Pitung. Mereka datang dalam rombongan, baik keluarga, arisan, pengajian mau pun sekolah.Anak-anak berpose disamping patung Si pitung saat berkunjung di Rumah Si pitung di kawasan Marunda, Jakarta Utara, 19 Juli 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    "(Akses) Mereka memang lebih dekat ke sana. Mereka juga tidak punya alternatif lain, tidak ada museum lain untuk dikunjungi," ucap Husnison.

    ADVERTISEMENT

    Si Pitung adalah tokoh Betawi yang gigih melawan penjajah Belanda. Rumah ini sebenarnya milik rekan Si Pitung, yakni seorang pedagang ikan bernama Haji Safiudin.

    Rumah Si Pitung memiliki beranda, ruang tamu, kamar tidur beserta kasurnya yang diklaim masih asli. Lalu, tentu saja, ada ruang makan serta dapur. Museum itu juga menyimpan alat musik koleksi budayawan Betawi Ridwan Saidi.

    Untuk ketiga museum kebaharian di Jakarta pada 2017 ditargetkan mendapatkan pemasukan Rp650 juta dari retribusi. Husnison menuturkan kini 85 persen dari target atau sebesar Rp500 juta telah berhasil diraih.

    ANTARA

    Berita lain:

    Berkunjung ke Australia, WNI Bisa Mengajukan Visa Secara Online

    nspirasi Penataan Tanah Abang, Ini 9 Fakta Mengenai Grand Bazaar

    Tiang Listrik yang Ditabrak Setya Novanto Jadi Ajang Pelancongan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?