Rabu, 26 September 2018

Homestay Desa Borobudur, Pilihan Menginap yang Mengasyikkan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Homestay Balkondes binaan PT TWC di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Anis Efizuddin)

    Homestay Balkondes binaan PT TWC di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Anis Efizuddin)

    TEMPO.CO, Magelang - Sejumlah bangunan bernama balai ekonomi desa (balkondes) telah berdiri megah di sejumlah desa di kawasan Borobudur. Bangunan yang didirikan badan usaha milik negara BUMN itu beberapa diantaranya difungsikan sebagai homestay

    Tentu saja homestay itu dimaksudkan untuk penginapan wisatawan yang ingin bermalam di desa sekitar Candi Borobudur. Homestay di balkondes tersebut ada tiga jenis, yakni single unit, kopel, dan family.  

    Baca juga:

    Wisata Budaya di Candi Cangkuang

    Turis Serbu Wisata Budaya dan Sejarah

    Direktur Utama Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Edy Setijono mengatakan ingin dia mengajak masyarakat sekitar candi untuk berbisnis homestay. "Kami mengajak masyarakat kalau ingin membuat homestay bisa memilih modelnya seperti ini," kata dia.

    Bangunan homestay sengaja dibuat sedemikian rupa supaya bisa direplika masyarakat.  Bbangunan itu bisa didirikan di tanah seluas 100 meter persegi. “Bisa membuat yang single saja. Nah, kalau punya tanah lebih luas bisa membuat yang kopel.”

    Edy menyebutkan tiga jenis homestay seperti Balkondes Borobudur sudah ada di Dusun Ngaran. Menurut dia jika ada yang membutuhkan bantuan modal usaha, bisa meminjam dari BUMN yang bunganya sangat rendah.Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. TEMPO/Subekti.

    Edy mengingatkan balkondes tidak bisa jalan sendiri, tapi harus dalam network agar lebih kuat. Menurut dia yang membuat balkondes kuat itu bukan satu per satu, tetapi tetapi karena kebersamaan di antara balkondes.

    Ia mencontohkan balkondes di Ngaran yang menjadi binaan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratuboko itu sudah berjalan bagus. “Bisa menghasilkan dan sudah ada bagi hasil dengan desa.”

    Dia mencontohkan, jika Ngaran lepas dari network, usaha mereka bisa rawan. Sebab, di kanan kiri balkondes Ngaran masih ada tanah kosong. Jika ada investor masuk dan membeli tanah itu lalu membuat yang lebih bagus dari Ngaran, “Saya kira balkondes di Ngaran akan tutup dalam waktu tidak lama," katanya. Jadi, “Kebersamaan ini harus dibangun.”

    ANTARA

    Berita lain:

    Kelebihan Wisata Budaya Dibanding Wisata Alam

    Kenapa Hati Raisa Andriana Tertambat pada Yogyakarta?

    Wisata Budaya, Pilihan Cerdas Melancong Ketika Musim Hujan

    Makam Kartini Menjadi Tujuan Wisata Sejarah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Joaquin Phoenix dan Para Pemeran Joker Sejak 1966

    Sutradara film terbaru Joker, Todd Phillips mengunggah foto pertama Joaquin Phoenix sebagai Joker, akan tayang Oktober 2019. Inilah 6 pemeran lainnya.