Menaiki Bangunan Terjangkung Kedua Dunia di Cina

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shanghai tower diabadikan dari bawah, gedung ini pertama kali dibangun pada tahun 2009. Shanghai, Tiongkok, 22 Maret 2015. ChinaFotoPress/Getty Images

    Shanghai tower diabadikan dari bawah, gedung ini pertama kali dibangun pada tahun 2009. Shanghai, Tiongkok, 22 Maret 2015. ChinaFotoPress/Getty Images

    TEMPO.CO, Shanghai - Salah satu cara merasakan megahnya Kota Shanghai, Cina, adalah dengan memandanginya dari ketinggian di Shanghai Tower. Dari bangunan terjangkung nomor dua di dunia ini, pengunjung bisa menyaksikan Shanghai yang modern.

    Shanghai Tower memiliki ketinggian 632 meter atau terpaut 196 meter dari bangunan tertinggi di dunia, Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab. Namun, pengunjung tidak bisa sampai di puncak ketinggian 632 meter. Dari 127 lantai yang tersedia, pengunjung hanya diperbolehkan mencapai lantai 119 atau sekitar 547 meter dari tanah.

    Baca juga: Menjajal Kereta Cepat Beijing ke Shanghai di Cina

    Setiap hari, sekitar 11 ribu pengunjung mendatangi Shanghai Tower. Tempo bersama rombongan jurnalis dan dosen dari Indonesia menaikinya pada 1 November 2017.

    Sebelum masuk, pengunjung terlebih dulu harus membeli tiket seharga 180 yuan atau setara Rp 366 ribu. Setelah itu, pengunjung bisa masuk ke lantai 1 atau Exhibition Hall. Sebelum menjelajahi Exhibition  Hall, pengunjung akan difoto untuk kenang-kenangan yang bisa diambil di lantai 118. Setelah itu Anda menyisiri Exhibition Hall yang menyediakan fasilitas berupa video tentang sejarah Shanghai Tower dan bangunan-bangunan tertinggi di dunia dari tahun ke tahun.

    Puas menelusuri Exhibition Hall, saatnya menuju lantai 118 Shanghai Tower. Untuk mencapai ke atas, digunakan lift berkecepatan tinggi. “Lift ini merupakan yang tercepat di dunia dengan jarak tempuh 18 meter per detik,” kata King, penjaga lift di Shanghai Tower.

    Dari lantai 1 hingga 118 atau berjarak 546 meter, lift melesat dalam waktu 55 detik saja. Pengunjung bisa melihat layar televisi di lift untuk memantau seberapa cepat lift melaju. Dengan kondisi lift yang stabil, hanya telinga yang merasakan perubahan tekanan udara dalam pergerakan lift yang cepat.

    Simak pula: Memanjakan Mata di Simbol Kota Shanghai Cina

    Setelah sampai di lantai 118, pengunjung bisa memanjakan mata dengan pemandangan metropolis Shanghai. Akan lebih bagus jika pengunjung menaiki Shanghai Tower menjelang matahari terbenam. Siluet matahari akan menembus polusi Kota Shanghai yang terlihat jelas dari Shanghai Tower. Dengan pemandangan tersebut, Anda bisa mengambil foto dari perbagai sudut.

    Di lantai 118, pengunjung juga dapat mengambil foto yang dijepret di lantai 1. Foto tersebut tidak dipungut bayaran, tetapi dengan latar yang biasa. Untuk latar foto yang menunjukkan pemotretan dari lantai 118, pengunjung harus membayar 100 yuan atau Rp 202 ribu. Di lantai ini juga terdapat pohon besar. Pohon itu mengadopsi tradisi warga Shanghai yang biasa memiliki taman kecil di rumah mereka.

    Naik ke lantai 119, pengunjung bisa menikmati pemandangan sambil mencicipi makanan dan minuman yang dijual pengelola. Disediakan pula kursi-kursi dan meja seperti di kafe-kafe atau gerai convenience store.

    Setelah puas mengambil foto dan menjelajahi lantai 118 dan 119 di bangunan tertinggi di Cina , saatnya Tempo dan rombongan turun. Sebelum turun, ada satu hal yang mengganggu rombongan. Dalam gambar yang ditampilkan di lantai, terdapat peta Asia yang menunjukkan Jakarta, tetapi ditulis Singapura. Tak ayal peta tersebut menjadi sasaran foto rombongan. Sambil mengomentari peta tersebut, rombongan pun turun.

    KODRAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.