Rabu, 26 September 2018

Waktunya Bertemu Paus Orca dan Lumba-lumba Raja Ampat

Reporter:
Editor:

Pruwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wisatawan melakukan snorkling sambil menikmati keindahan bawah laut di Distrik Misool, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, 25 April 2015. TEMPO/Hariandi Hafid

    Seorang wisatawan melakukan snorkling sambil menikmati keindahan bawah laut di Distrik Misool, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, 25 April 2015. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Jakarta -Menyelam atau diving ke kedalaman. Menyapa Paus Orca, Ikan Pari, atau Lumba-lumba. Kumpulkan teman, siapkan peralatan selam, dan dana tentunya. Mulai pikirkan berombongan pergi ke Raja Ampat.

    Meskipun waktu terbaik untuk menyelam adalah musim kemarau, November-Desember tetap cocok pergi ke Raja Ampat. Pada dua bulan tersebut, penyelam lebih sangat mungkin melihat aktivitas hewan-hewan langka seperti Paus Orca, Ikan Pari maupun Lumba-lumba. Tetapi tetap pantau cuaca ya...

    Raja Ampat dikenal lokasi di Papua yang komplit. Eloknya taman terumbu karang, kehidupan dasar laut, pantai, sunset, warga dan budaya lokal, serta pemandangan alam dari 1.500 pulau-pulau kecil. Ada 3.000-an spesies ikan tinggal di sini. Belum lagi gua-gua, air terjun, serta burung-burung khas di sana.

    Sedikitnya ada 30 titik selam, seperti Teluk Kri, Sardines, Manta Sandy dan Mios Kon. Di kepulauan ini peneliti masih berupaya menemukan spesies baru yang masih tersembunyi.

    Kepulauan Raja Ampat berada di barat daya ujung Papua. Untuk sampai ke sana, terbang ke bandar udara di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya atau Bali. Lalu gunakan penerbangan domestik ke Sorong, Papua.

    Dari Sorong ke Raja Ampat bisa ditempuh selama sekitar satu jam dengan speedboat dan selama 2-3 jam menggunakan long boat.

    Dari Sorong ke Waisai, Pulau Waigeo, ditempuh menggunakan longboat yang tiketnya seharga Rp 130 ribu. Bisa juga menggunakan speedboat, selama dua jam, dengan ongkos sekitar Rp 6 juta. Speedboat bisa menampung sepuluh penumpang. Jadi sebaiknya, pergi berombongan. Jika jumlahnya lebih banyak bisa dengan sewa pesawat.

    Untuk menjelajahi Misool, pakai kapal umum yang bisa ditempuh selama 10-12 jam menggunakan kapal umum. Ongkos tiketnya Rp200 ribu sekali jalan. Itu pun berangkat dua kali sepekan. Speedboat harus sewa sampai sekitar Rp50 juta yang dihitung untuk perjalanan selama 5-6 jam plus biaya tunggu hingga empat hari di Misool.

    Untuk menjelajahi Raja Ampat dibutuhkan waktu minimal 10 hari. Itupun harus benar-benar terencana. Sewa speedboat adalah cara yang memungkinkan. Kisaran ongkos sewa untuk Waisai-Mansuar pulang pergi mencapai Rp 5 juta. Ke Teluk Kabui mencapai Rp7 juta, Piaynemo Rp10 juta, dan Wayag mencapai Rp25 juta. Kalau mau keliling Misool kisaran sewanya sampai Rp4,5 juta per hari.

    Sebelum menuju lokasi selam, minta ijin dulu ke polisi. Biasanya petugas meminta foto kopi identitas diri, seperti paspor dan visa. Lokasi menyelam bisa dipilih, seperti Blue Magic, Boo Window, Mios Kon, Cape Kri, dan Wayilbatan.

    Kalau tidak menyelam, bisa snorkeling. Lokasinya antara lain: West Mansuar, Friwen, Manta Sandy, dan Yeben. Atau bisa juga ke Desa Sawinggrai, tempat di mana burung cenderawasih bisa dilihat.

    Makanan khas Raja Ampat adalah sup ikan Kuning. Sebagai oleh-oleh, aneka pernak-pernik, serta kaos bisa dibeli di sana.

    ALLINDONESIATRAVEL|MYTRIP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.