Dorong Pengembangan Tenun, Payakumbuh Gelar Fashion Carnival

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membuat kain tenun tradisional di ampe Angkek, Bukit Tinggi, Sumatra Barat (31/1). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pekerja membuat kain tenun tradisional di ampe Angkek, Bukit Tinggi, Sumatra Barat (31/1). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Payakumbuh - Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, menggelar "Payakumbuh Fashion Carnaval" untuk mempromosikan kerajinan tenun yang ada di daerah itu. Menurut Kepala Seksi Promosi Pariwisata pada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga setempat, Dewi Novita kegiatan itu untuk mempromosikan kerajinan usaha tenun Balai Panjang.

    Kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada 31 Oktober 2017 dengan menampilkan dua kategori: yakni anak-anak dan dewasa. Nantinya setiap peserta diwajibkan memakai bahan dasar kain yang diproduksi Tenun Balai Panjang Payakumbuh.

    Baca juga: Sawahlunto Berpeluang Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia

    "Dengan adanya kegiatan itu, semoga tenun asal Payakumbuh semakin dikenal di tingkat Nusantara dan internasional," kata Dewi, Rabu, 25/10.

    Dewi mengatakan produk tenun asal Kota Batiah sudah mulai dilirik konsumen. Hal itu dirasakan semenjak diselenggarakan kegiatan "Payakumbuh Fashion Week" dan promosi di pameran Jakarta Fashion Week. Tak hanya itu, para perancang busana dan pengusaha fesyen pun ikut tertarik.

    Ketua Dewan Kerajinan Daerah Payakumbuh Henny Riza Falepi menyebutkan produksi Usaha Mikro Kecil Menengah yang memakai alat tenun bukan mesin itu tidak kalah bersaing dengan kain-kain dari bahan sutera atau jenis kain lainnya.

    Ia mengatakan saat ini Pemerintah Kota Payakumbuh terus melakukan pembinaan terhadap UMKM untuk mengembangkan usaha. “Salah satunya dengan mendirikan rumah tenun yang lebih layak agar perajin nyaman menjalankan usaha tersebut.”

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.