Bayi Tapir Lahir di Taman Safari Indonesia

Reporter:
Editor:

Pruwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tapir. REUTERS/Nir Elias

    Tapir. REUTERS/Nir Elias

    TEMPO.CO, Jakarta -Bertambah lagi keluarga tapir Sumatera. Induk Tapir Asia yang diberi nama Tari melahirkan bayi berkelamin betina di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu 4 Oktober 2017 lalu. Proses kelahiran bayi tapir itu melibatkan tim rescue lembaga konservasi ‘ex-situ’ satwa.

    Dokter hewan Rumah Sakit Satwa Taman Safari Indonesia Yohana Tri Hastuti bersama Kepala Humas Taman Safari, Yulius H Suprihardo, menjelaskan umumnya anak tapir yang baru lahir mempunyai warna hitam dengan garis garis putus berwarna putih. Kondisi itu, berbeda dengan warna induknya yang mempunyai ciri khas hitam putih.

    Yohana menuturkan induk tapir dulunya dari hutan di Riau. Beberapa tahun lalu ada kebakaran hutan di Riau. Satu kaki Tari terjerat seling. Tari yang saat itu baru berusia enam bulan—umumnya tapir berusia antara 25-30 tahun, dibawa tim penyelamat. Mereka membawa ke Taman Safari Indonesia. Sejak 22 Maret 2013, Tari dirawat di Taman Safari yang kini juga menjadi Indonesian Center for Reproduction of Endangered Wildlife.

    Kondisi luka kaki kiri depan Tari semakin memburuk. Oleh tim penyelawat, di bawah pengawasan Yohana, kaki itu diamputasi. Tim kemudian merawat Tari secara rutin sekaligus memantau perkembangan kesehatan satwa endemik Indonesia berwarna hitam putih tersebut.

    Tari pun tetap sehat dan hidup normal hingga kini. Walaupun ia hanya berjalan dengan tiga kaki. Sejak itu Tari ditempatkan dalam satu kandang dengan Nova, tapir pejantan. Tari bunting dari hasil kawin dengan pejantan itu. Setelah 210 hari masa bunting--dari masa kehamilan normal sampai 400 hari, lahirlah bayi tapir betina.

    Tapir tergolong satwa langka dan dilindungi di Indonesia. Angka pasti di habitat alamnya tak diketahui secara pasti. Tapi hewan ini berada di taman satwa yang berada di sejumlah provinsi di Indonesia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.