Cossy Lattu Pamerkan Busana Tenun Ikat Tanimbar di Saumlaki

Reporter:
Editor:

Pruwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenun Tanimbar yang Enggan Dilupakan

    Tenun Tanimbar yang Enggan Dilupakan

    TEMPO.CO, Saumlaki - Gedung Kesenian Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku, meriah oleh peragaan busana dari bahan tenun Tanimbar, Rabu, 18/10.

    Sebanyak 20 Muda-mudi tingkat SMU dan peragawati tingkat nasional memamerkan busana dari bahan tenun Tanimbar yang dirancang oleh desainer nasional seperti Cossy Lattu, Wignyo Rahady, Wieke Dwiharti, Reni Angraeni, Dimas Mahendra dan Dhedy Rizaldy.

    Tema peragaan busana ini memang "Pesona Tenun Tanimbar".  Jangan heran kalau nantinya dipamerkan baju-baju batik bermotif sair, tunis, matantur, ulerati, bunga angrek, wulan lihir, ataupun eman matan lihir.

    "Harapan kami agar kain tenun ikat Tanimbar ini bukan hanya diproduksi dalam bentuk busana tetapi menjadi produk interior serta aksesoris lainnya yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi, sehingga pendapatan pengrajin lebih signifikan," kata Bupati Petrus Fatlolon dalam sambutan tertulisnya.

    Peragaan busana yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Transmigrasi ini akan dihadiri antara lain Direktur HAKI Kementerian Hukum dan Ham serta organisasi kemasyarakatan setempat. Diharapkan, kualitas produk dan keindahan tenun tradisional Tanimbar tetap berkembang.

    "Program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan Tenun Tanimbar sebagai salah satu produk unggulan daerah berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya pengrajin tenun yang jumlahnya 1.715 orang dan tersebar di seluruh kecamatan," kata dia.

    Kain tenun Tanimbar selama ini memang erat dengan adat istiadat, budaya, serta kebiasaan di sana. Motif batik itu memiliki simbol yang memperkuat hubungan sosial dan penghargaan terhadap orang yang menerima. Karenanya kain tenun ikat Tanimbar kerap menjadi pelengkap berbagai macam upacara adat. Bahkan kini, seperti di daerah lain, penggunaan busana motif batik ini juga sudah dikenakan pada kegiatan 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?