Taiwan Dorong Wisata Ramah Muslim

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • The Wufeng Lin Family Mansions and Garden, Taichung, Taiwan. Salah satu tempat wisata bersejarah dan tempat favorit para wisatawan. (Hussein/Tempo)

    The Wufeng Lin Family Mansions and Garden, Taichung, Taiwan. Salah satu tempat wisata bersejarah dan tempat favorit para wisatawan. (Hussein/Tempo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Taiwan mendorong lebih banyak pelayanan wisata ramah muslim. Head of Taiwan Tourism Promotion Delegation Jerry Chen mengatakan perkembangan pelayanan wisata ramah muslim memang menjadi fokus pemerintahannya. "Banyak sekali permintaan tentang muslim tourism ini dalam beberapa tahun terakhir," kata Jerry dalam acara Pameran Produk Pariwisata Taiwan 2017 di Jakarta Senin 16 Oktober 2017.

    Jerry mengatakan upaya menciptakan lingkungan pariwisata yang ramah bagi muslim salah satunya adalah dengan menerbitkan sertifikat halal yang sudah dikeluarkan untuk 100an restoran, hotel, dan pelayanan turisme lain oleh Chinese Muslim Association (Sejenis Majelis Ulama Indonesia di Taiwan). Semua pelayanan itu tersebar di seluruh Taiwan. Baca:
    Indahnya Wisata di Resor Pertanian Taiwan 

    MasterCard -CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2017 menempatkan Thailand dalam urutan ketujuh dalam kategori negara-negara non-Islam. Bila dilihat dari besarnya tingkat pertumbuhan indeks pariwisata non-Islam, Taiwan menempati posisi kedua.

    Executive Secretary Chinese Muslim Association Farihah Kho mengatakan Taiwan adalah negara yang aman dikunjungi para turis muslim. Menurutnya beberapa fasilitas muslim saat ini sudah tersedia. Fasilitas itu seperti musala di beberapa tempat umum seperti di bandar udara. Ada pula hotel-hotel yang menyediakan arah kiblat serta alat salat seperti mukena dan sajadah. "Sertifikat halal sudah ada di banyak restoran. Cap halal juga sudah tercetak di alat makan," katanya.

    Farihah mengatakan cap halal pada alat makan seperti mangkuk piring itu, berguna agar para pelayan tidak salah memisahkan alat makan untuk tamu orang Islam dan non muslim. "Dikhawatirkan, para pelayan lupa dan mencampurkan alat makan yang menyajikan makanan non-halal untuk pengguna muslim,"katanya. Farihah menambahkan, penggunakan hijab di Taiwan pun tidak dipersulit di negara itu. Baca: Aktivitas Menarik Saat Wisatawan Kunjungi Taiwan

    Peningkatan layanan untuk turis muslim di Taiwan pun penting untuk memperhatikan turis-turis dari Indonesia. Jumlah wisatawan Indonesia yang datang ke Taiwan terus meningkat. Pada 2016, jumlah wisatawan Indonesia yang datang ke Thailand mencapai 188.720 orang. Jumlah itu mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebanyak 5,62 persen.

    Farihah menjelaskan saat ini ada sekitar 50 ribuan orang lokal Taiwan yang menganut agama Islam. Jumlah itu hanya seperlima dari total orang Islam di Taiwan yang diperkirakan mencapai 250 ribu orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.