Ketimbang Membangun Hotel, Karanganyar Pilih Kembangkan Homestay

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Obyek wisata Lembah Katresnan yang dikelola oleh para pemuda Desa Kadipekso, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Obyek wisata baru itu terletak di tepi jalan menuju Candi Cetho. Tempo/Ahmad Rafiq

    Obyek wisata Lembah Katresnan yang dikelola oleh para pemuda Desa Kadipekso, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Obyek wisata baru itu terletak di tepi jalan menuju Candi Cetho. Tempo/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Karanganyar - Jalur Wisata Ngargoyoso-Jenawi yang berkembang dua tahun terakhir menjadi andalan bagi Kabupaten Karanganyar untuk mendongkrak jumlah wisatawan. Kawasan yang berada di lereng barat Gunung Lawu itu menawarkan destinasi wisata yang sangat beragam.

    "Selama ini pariwisata di Karanganyar hanya bertumpu di Kecamatan Tawangmangu," kata Kepala Dinas Pariwisata Karanganyar Titis Sri Jawoto kepada Tempo, Sabtu 14 Oktober 2017. Di kecamatan itu terdapat obyek wisata air terjun Gerojogan Sewu yang mampu menyedot 400 ribu wisatawan per tahun.

    Baca juga: Trekking Dusun Pancot Menguak Rahasia Aliran Grojogan Sewu

    Sedangkan saat ini, obyek wisata di sepanjang jalur Kecamatan Ngargoyoso dan Kecamatan Jenawi juga telah mulai berkembang. Beberapa tujuan wisata baru bermunculan, baik yang dikelola pemerintah, swasta hingga masyarakat desa.

    "Dulu mungkin orang hanya mengenal destinasi wisata Candi Sukuh dan Candi Cetho," katanya. Namun, obyek wisata lainnya kini juga banyak dikunjungi, seperti Telaga Madirda, Air Terjun Jumog, serta hamparan kebun teh.Obyek wisata Lembah Sumilir yang dikelola pemuda Desa Milir, Desa Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Tempo/Ahmad Rafiq

    Menurut Titis, perkembangan di jalur Ngargoyoso-Jenawi diharapkan mampu mendongkrak jumlah wisatawan yang berkunjung ke Karanganyar. Tahun lalu, sekitar 1,5 juta wisatawan berkunjung ke kabupaten itu. "Dengan perkembangan di Ngargoyoso-Jenawi ini, kami yakin tahun ini kunjungan wisatawan bisa tembus 2 juta orang," katanya.

    Meski demikian, Titis berjanji tidak akan menerbitkan izin hotel di kawasan itu. Dia mendorong masyarakat untuk menyediakan rumahnya sebagai homestay. "Ini justru akan menjadi keunikan karena wisatawan bisa berinteraksi langsung dengan masyarakatnya," kata dia.

    Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Solo, Daryono mendukung langkah tersebut. Dia khawatir pembangunan hotel justru akan merusak keaslian kawasan. "Yang menarik di daerah ini adalah pemandangan alam yang terbebas dari bangunan gedung," katanya.

    Menurut dia, wisata di Ngargoyoso-Jenawi saat ini sangat diminati masyarakat perkotaan, termasuk dari Jakarta. "Mereka sudah bosan dengan kemacetan menuju Puncak," katanya. Mereka mulai memilih berwisata ke Ngargoyoso dengan menumpang pesawat dari Jakarta menuju Solo selama satu jam, dilanjut perjalanan darat selama dua jam.

    AHMAD RAFIQ (Karanganyar)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.